Keluarga Disabilitas Solo Minta Gibran Bangun Ruang untuk Pekerja Pijat

Antara ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 16:45 WIB
Keluarga Disabilitas Solo Minta Gibran Bangun Ruang untuk Pekerja Pijat
Balon Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mendorong salah satu warga disabiltas saat acara sarasehan bersama Kelurga Disabilitas, di Aula Ndalem Daryonegaran Carikan, Pasar Kliwon Solo, Jawa Tengah, Kamis. (Foto: Bambang Dwi Marwoto)

SOLO, iNews.id - Bakal Calon Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mulai rajin blusukan ke beberapa acara di wilayahnya. Kali ini, dia terlihat menghadiri acara sarasehan keluarga disabilitas, di Aula Ndalem Daryonegaran Carikan, Pasar Kliwon Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/1/2020).

Gibran yang mencalonkan diri menjadi Balon Wali Kota Surakarta melalui PDIP ini mendengarkan aspirasi keluarga disabilitas jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Menurut anak sulung Presiden Joko Widodo ini, banyak masukan dan kritikan soal fasilitas umum untuk warga disabilitas. Salah satu masukan tersebut antara lain soal pendidikan. Biaya sekolah inklusi dikeluhkan terlalu mahal dan belum maksimal karena perencanaan pembangunannya belum melibatkan disabilitas.

BACA JUGA: Teman Fanni Bongkar Alasan Sang Ratu Tergiur Rayuan Raja Keraton Agung Sejagat

"Soal fasilitas umum disabilitas, nanti ke depannya perencanaan dan pembangunan harus melibatkan disabilitas agar bisa dinikmati semua golongan," kata Gibran.

Dia mengatakan warga disabilitas khusus tuna netra berharap adanya pelatihan kerja. Mereka ingin para disabilitas jangan dilihat kekurangannya, tetapi dari potensi kelebihannya.

BACA JUGA: Pengamat Sebut Kemunculan Keraton Baru karena Kekecewaan Masyarakat

"Memang ada beberapa masukan yang harus ditingkatkan. Solo termasuk kota ramah disabilitas, tetapi perlu ditingkatkan lagi," ujarnya.

Salah satu anggota Himpunan Tuna Netra Indonesia (HITNI) Solo Dwi Hananto Budi (48) mengharapkan pembangunan ruang untuk bekerja pijat.

Para tuna netra bersama disabilitas lainnya diberikan kesempatan tempat umum atau mal disediakan ruangan bekerja, sehingga bisa mandiri tidak ketergantungan dengan orang lain.


Editor : Nani Suherni