Hikmah

Keutamaan 3 Ayat Terakhir Surat Al Hasyr yang Perlu Diamalkan Muslim

Kastolani · Kamis, 30 Januari 2020 - 05:30 WIB
Keutamaan 3 Ayat Terakhir Surat Al Hasyr yang Perlu Diamalkan Muslim
Muslim sudah seyogianya membaca Alquran tiap hari agar mendapat pahala. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Surat Al Hasyr, Alquran tidak diragukan lagi kebenarannya sebagai petunjuk manusia dari kebathilan. Alquran juga memiliki nama lain yakni Az Zikra atau pengingat dan Asy-Syifa (obat hati). Orang yang membaca dan mengamalkan isi Alquran akan mendapat pahala dan kemuliaan di sisi Allah SWT.

Seluruh ayat dalam surat Alquran memiliki keistimewaan. Salah satunya Surat Al Hasyr yang artinya Penyerangan. Surat ini termasuk surah Madaniyyah, 24 ayat Turun sesudah Surat Al-Bayyinah.Dahulu Ibnu Abbas ra menyebutnya dengan surat Bani Nadir.

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkannya melalui jalur lain dari Hasyim dengan sanad yang sama. Imam Bukhari meriwayatkannya pula melalui hadis Abu Uwwanah, dari Abu Bisyr, dari Said ibnu Jubair yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Abbas r.a. tentang surat Al-Hasyr. Maka ia menjawab bahwa surat itu adalah surat Bani Nadir.

Surat Al Hasyr ini berisi tentang perbuatan makar orang-orang Yahuid Bani Nadir terhadap orang beriman. Mereka mengingkari kesepakatan yang telah dibuat. Selain itu, surat berjumlah 24 ayat juga berisi tentang balasan bagi mereka yang mengingkari kebenaran Alquran.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, ada tiga ayat terakhir di Surat Al Hasyr yang perlu diamalkan umat Islam agar mendapat ampunan dari Allah SWT. Dalam sebuah riwayat disebutkan:

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ، حَدَّثَنَا خَالِدٌ -يَعْنِي: ابْنَ طَهْمَان، أبو العلاء الخَفَّاف-حدثنا نافع ابن أَبِي نَافِعٍ، عَنْ مَعقِل بْنِ يَسَارٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "من قَالَ حِينَ يُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ: أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، ثُمَّ قَرَأَ ثَلَاثَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْحَشْرِ، وَكَّل اللَّهُ بِهِ سَبْعِينَ أَلْفَ مَلَكٍ يُصَلُّونَ عَلَيْهِ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ مَاتَ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ مَاتَ شَهِيدًا، وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُمْسِي كَانَ بِتِلْكَ الْمَنْزِلَةِ".

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az-Zubairi, telah menceritakan kepada kami Khalid (yakni Ibnu Tahman alias Abul Ala Al-Khaffaf), telah menceritakan kepada kami Nafi ibnu Abu Nafi, dari Maqal ibnu Yasar, dari Nabi Saw. yang telah bersabda:

Barang siapa mengucapkan doa ini di waktu pagi hari sebanyak tiga kali, yaitu: "Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk, " kemudian membaca pula tiga ayat dari akhir surat Al-Hasyr, maka Allah memerintahkan kepada tujuh puluh ribu malaikat untuk memohonkan ampunan baginya hingga petang hari. Dan jika ia mati di hari itu, maka ia mati sebagai syahid. Dan barang siapa yang mengucapkannya di kala petang hari, maka ia beroleh kedudukan yang seperti itu. (HR. Turmuzi)

Imam Turmuzi meriwayatkannya dari Mahmud ibnu Gailan, dari Abu Ahmad Az-Zubairi dengan sanad yang sama, lalu ia mengatakan bahwa hadis ini gharib (asing), kami tidak mengenalnya kecuali hanya melalui jalur ini.

Imam An-Nawawi di dalam kitabnya Al-Adzkar menyebutkan, para ulama ahli hadits dan ahli fiqih dan yang lain menyatakan bahwa boleh dan sunnah mengamalkan hadits dhaif untuk fadhail a’mal dan motivasi selagi bukan hadits maudhu’ (palsu). Adapun yang terkait masalah hukum seperti halal, haram, jual beli, nikah, talak, maka tidak boleh memakai dasar hadits kecuali hadits shahih dan hasan.

Berikut tiga ayat terakhir Surat Al Hasyr yang perlu dihafalkan Muslim.

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ هُوَ اللّٰهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۗ يُسَبِّحُ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Artinya: Dialah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Dialah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang mempunyai nama-nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (QS. Al Hasyr: 22-24)

Wallahu A'lam Bishshawab.


Editor : Kastolani Marzuki