Keutamaan Surat Al Kahfi Jika Membaca di Hari Jumat

Kastolani ยท Jumat, 15 November 2019 - 06:23 WIB
Keutamaan Surat Al Kahfi Jika Membaca di Hari Jumat
Membaca Surat Al Kahfi di hari Jumat memiliki banyak keutamaan. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Keutamaan Surat Al Kahfi, Umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan ibadah di hari Jumat selain kewajiban melaksanakan salat Jumat.

Selain memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad Saw, amalan lainnya adalah membaca Surat Al Kahfi.

Al Kahfi artinya gua, termasuk surah Makiyyah, 110 ayat, Kecuali ayat 28, ayat 82 sampai dengan ayat 101 Madaniyyah. Surat ini turun sesudah surat Al-Gasyiyah.

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya seperti dinukil dari laman quranpustaka, mengungkapkan keutamaan Surat Al-Kahfi dan 10 ayat permulaan serta 10 ayat terakhirnya, bahwa ayat-ayat tersebut merupakan tameng yang melindungi pembacanya dari fitnah Dajjal.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muham­mad ibnu Jafar, telah menceritakan kepada kami Syubah, dari Abu Ishaq yang mengatakan, ia pernah mendengar Al-Barra mengatakan bahwa pernah ada seorang lelaki membaca surat Al-Kahfi di dalam rumahnya, sedangkan di halamannya terdapat hewan kendaraannya. Maka hewan kendaraan itu larat, lalu ia melihat-lihat dan ternyata ada kabut atau awan yang menutupi dirinya.

Kemudian ia menceritakan pengalamannya itu kepada Nabi Saw. Maka Nabi Saw. bersabda: Bacalah terus, hai Fulan, sesungguhnya awan itu adalah saki­nah (ketenangan) yang turun saat kamu membaca Alquran, atau turun kepada Alquran.

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya di dalam kitab sahihnya masing-masing melalui hadis Syubah dengan sanad yang sama. Lelaki yang membaca Alquran itu adalah sahabat Usaid ibnul Hudair, seperti yang telah diterangkan dalam tafsir surat Al-Baqarah.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Hammam ibnu Yahya, dari Qatadah, dari Salim ibnu Abul Jad, dari Madan ibnu Abu Talhah, dari Abu Darda, dari Nabi Saw bersabda:

"Barang siapa yang hafal sepuluh ayat dari permulaan surat Al-Kahfi, dipelihara dari fitnah Dajjal".

Imam Nasai telah meriwayatkannya di dalam kitabnya yang berjudul Al-Yaum wal Lailah dari Muhammad ibnu Abdul Ala, dari Khalid, dari Syubah, dari Qatadah, dari Salim ibnu Abul Jad, dari Sauban, dari Rasulullah Saw. yang telah bersabda:

"Barang siapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi, maka sesungguhnya hal itu menjadi pemelihara bagi­nya dari (fitnah) Dajjal."

Maka dapat diinterpretasikan bahwa Salim mendengar hadis ini dari Sau­ban, juga dari Abu Darda.

Ahmad telah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Husain, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahiah, telah menceritakan kepada kami Zaban ibnu Fayid, dari Sahl ibnu Muaz ibnu Anas Al-Juhani, dari ayahnya, dari Rasulullah Saw bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda.

“Barang siapa yang membaca permulaan surat Al-Kahfi dan akhirnya, maka surat Al-Kahfi menjadi cahaya baginya dari telapak kaki hingga kepalanya. Dan barang siapa yang mem­bacanya secara keseluruhan, maka surat Al-Kahfi menjadi ca­haya baginya antara langit dan bumi."

Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Murdawaih telah mengatakan di dalam kitab tafsirnya dengan sanad yang garib dari Khalid ibnu Said ibnu Abu Maryam, dari Nafi, dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulul­lah Saw. pernah bersabda:

"Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka timbullah cahaya baginya dari telapak kakinya hingga ke langit yang memberikan sinar baginya kelak di hari kiamat, dan diampunilah baginya semua dosa di antara dua hari Jumat."

Wallahu A'lam Bissawab.


Editor : Kastolani Marzuki