Keutamaan Membaca Surat Al Mulk, Jadi Pelindung dan Penyelamat Siksa Kubur

Kastolani · Kamis, 21 November 2019 - 05:30:00 WIB
Keutamaan Membaca Surat Al Mulk, Jadi Pelindung dan Penyelamat Siksa Kubur
Surat Al Mulk atau Tabarok memiliki keistimewaan sebagai pelindung dan penyelamat siksa kubur. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Surat Al Mulk, Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang wajib dibaca dan dipedomani sepanjang hidupnya. 

Selain mendapat pahala, membaca dan menghafalkan Alquran juga akan menjadi penolong kelak di akhirat nanti. Salah satu surat yang memiliki keistimewaan sebagai pelindung siksa kubur yakni, Surat Al Mulk.

Al Mulk artinya Kerajaan. Surat ke-67 dalam Alquran Juz 29 ini termasuk surah Makkiyyah dengan jumlah 30 ayat. Surat ini turun sesudah Surat Ath-Thur.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Muhammad dan Ibnu Jafar. Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syubah, dari Qatadah, dari Abbas Al-Jusyami, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Saw, yang telah bersabda:“Inna suurotan fil quraani tsalatsiina aayatan syafa’at lishohibiha hatta ghufirolahu. Tabaarokalladzii biyadihil mulku

Artinya: Sesungguhnya di dalam Al-Quran terdapat suatu surat berisikan tiga puluh ayat dapat memberi syafaat bagi pembacanya hingga ia mendapat ampunan, yaitu Tabarakal Lazi Biyadihil Mulku (surat Al-Mulk).

Arbaah telah meriwayatkan hadis ini melalui Syubah dengan sanad yang sama. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan.

Dai muda KH Bahauddin Nursalim mengatakan, dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan tentang keutamaan Surat Tabarok atau Al Mulk.

“Riwayat yang sahih itu Surat tabarok sebagai pelindung siksa kubur. Surat ini juga disebut surat waqiah yang menjaga dan al munjiah yang menyelamatkan siksa,” kata dai yang akrab disapa Gus Baha ini dalam kajian tafsir Surat Al Mulk.

Gus Baha menuturkan, dalam sebuah riwayat dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw.

Pernah bersabda, Bahwa sesungguhnya ada seorang lelaki dari kalangan umat sebelum kalian meninggal dunia, sedangkan tiada sesuatu pun dari Kitabullah yang dihafalnya selain dari Tabaraka.

Ketika lelaki itu diletakkan di dalam kuburnya, malaikat penanya datang. Maka surat Tabaraka menghalang-halanginya sehingga malaikat itu berkata.

"Sesungguhnya engkau adalah salah satu dari Kitabullah, dan aku tidak suka membuatmu tidak senang, tetapi aku tidak mempunyai kuasa bagimu, bagi dia dan juga bagi diriku terhadap suatu kemudaratan dan juga suatu kemanfaatan. Jika engkau hendak membela orang ini, maka menghadaplah kepada Allah Swt. dan mintalah syafaat dari-Nya buat dia.

"Maka surat itu berangkat menuju ke hadirat Allah Swt., lalu berkata memohon, "YaTuhanku, sesungguhnya si Fulan dengan sengaja memilihku di antara Kitab-Mu, lalu ia mempelajariku dan membacaku serta menghafalku.

Maka apakah Engkau akan membakarnya dengan api, sedangkan aku berada di dalam rongganya? Jika Engkau hendak mengazabnya, maka hapuskanlah terlebih dahulu aku dari Kitab-Mu." Allah berfirman, "Aku lihat engkau marah."

Surat itu menjawab, "Sudah seharusnya aku marah." Maka Allah berfirman, "Sekarang pergilah kamu, sesungguhnya Aku telah menyerahkannya kepadamu dan Aku memberi izin kepadamu untuk memberi syafaat buatnya.

"Maka Surat itu kembali dan mengusir malaikat penanya, lalu lelaki itu bangkit dalam keadaan senang hati tanpa mengalami suatu siksaan pun dari malaikat tersebut.

“Jadi, malah dua malaikat mungkar dan nakir yang jadi tersangka. Mungkar Nakir yang malah diamuk Pangeran (Allah),” kata Gus Baha.

Lalu surat itu meletakkan mulutnya ke mulut lelaki itu dan berkata, "Selamat datang dengan mulut ini, barangkali mulut ini sering digunakan untuk membacaku; dan selamat datang dengan dada ini, barangkali dada ini dipakai untuk memuatku; dan selamat datang dengan kedua kaki ini, barangkali ia dipakai untuk berdiri membacaku.

Surat itu menghiburnya di dalam kuburnya karena merasa khawatir bila ia kesepian dan merasa takut."Ibnu Abbas, bahwa ia pernah berkata kepada seseorang, "Maukah aku hadiahkan kepadamu suatu hadis yang akan membuatmu gembira?" Lelaki itu menjawab, "Tentu saja mau."

Ibnu Abbas mengatakan, "Bacalah surat Al-Mulk dan ajarkanlah kepada keluargamu serta semua anakmu dan semua ahli baitmu yang masih anak-anak dan juga semua tetanggamu.

Karena sesungguhnya surat Al-Mulk ini adalah surat yang menyelamatkan dan yang mendebat atau membela pembacanya kelak di hari kiamat di hadapan Tuhannya, dan memohon kepada-Nya agar menyelamatkannya dari azab neraka dan juga menyelamatkan penghafalnya dari siksa kubur.

Dengan keutamaannya itu, Gus Baha menganjurkan umat Islam untuk menghafalkan Surat Al Mulk. “Kalau tidak bisa 30 juz, minimal hafal Surat Al Mulk,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki