Khas Milenial, Kaos dari Relawan Bermotif Gibran-Teguh Naik Banteng di Atas Karpet Merah

Sindonews, Ary Wahyu Wibowo ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 16:06 WIB
Khas Milenial, Kaos dari Relawan Bermotif Gibran-Teguh Naik Banteng di Atas Karpet Merah
Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa saat mengenakan pakaian khas pemberian dari pendukungnya di Kantor DPC PDIP Solo, Kamis (30/7/2020). Foto/Ist

SOLO, iNews.id - Pasangan Calon Wali Kota Solo dan Calon Wakil Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa tampil beda saat muncul di Kantor DPC PDIP Solo, Kamis (30/7/2020). Mereka mengenakan seragam khas bermotif karikatur bergambar Gibran-Teguh.

Tampak motif itu memperlihatkan kedunya naik banteng di atas karpet merah. Sedangkan di belakangnya terdapat latar belakang gapura Pasar Klewer yang menjadi salah satu ikon Kota Solo.

"Kami belum setting baju apa yang dipakai untuk pasangan. Tetapi banyak masyarakat sudah menyumbangkan ide ide. Termasuk dari relawan," kata Teguh Prakosa saat mendampingi Gibran di Kantor DPC PDIP Solo, Kamis (30/7/2020).

Sedangkan baju yang mereka kenakan saat ini, merupakan sumbangan dari distro yang ada di Jalan Sam Ratulangi, Manahan, Solo. Baju itu diserahkan bersamaan ketika Gibran menyerahkan sapi kurban.

Selain itu, beberapa relawan dan pendukung di struktural partai yang dalam waktu dekat bakal menyumbangkan ide terkait seragam khas yang akan dipakai pasangan Gibran-Teguh. Pasangan Gibran-Teguh belum menentukan seragam khas yang benar benar akan dipakai secara resmi.

"Tidak hanya asal ide. Sebagai orang Jawa ada filosofinya," kata Teguh.

Filosofi baju khas yang akan dipakai sekaligus sebagai wujud doa. Selain harapan kemenangan, dalam perjalanannya nanti sebagai pemimpin dapat ngayomi (melindungi) dan ngayemi (menentramkan). Sedangkan tujuannya akhirnya adalah mensejahterakan masyarakat Kota Solo. Dirinya tidak mengetahui makna baju khas yang dipakai saat ini mengingat pemberian dari distro.

"Yang tahu teman-teman distro, ini kreativitas anak-anak muda yang memiliki ide cemerlang. Ini cerminan milenialnya Mas Gibran," ucapnya.

Sementara Gibran sendiri mengakui banyak ide telah masuk terkait baju khas maupun singkatan nama pasangan. Namun sejauh ini belum dipilih.

"Saya senang sekali dikasih baju seperti ini. Sumbangan dari teman teman kreatif Solo," ucap Gibran.

Semua ide-ide dan kreativitas yang masuk akan ditampung. Ide ide yang masuk menunjukkan bahwa Solo juga sangat kreatif dan tidak kalah dengan Bandung dan Bali.

"Teman teman muda sangat kreatif," katanya.

Dia mengaku sangat senang dan berharap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tak sekedar hanya kontestasi dan debat politik. Namun juga sebagai ajang kreatif anak muda.


Editor : Nani Suherni