get app
inews
Aa Text
Read Next : Truk Tangki Diduga Angkut Solar Subsidi Kecelakaan di Tulungagung, Sopir Kabur

KNKT Ungkap Hasil Investigasi Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Guci Tegal, Ini Penyebabnya

Rabu, 04 Oktober 2023 - 20:03:00 WIB
KNKT Ungkap Hasil Investigasi Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Guci Tegal, Ini Penyebabnya
Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memeriksa secara detail bangkai bus yang terjun ke sungai di obkek wisata Guci, Kabupaten Tegal, Selasa (9/5) sore. (Yunibar)

TEGAL, iNews.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyelesaikan laporan final investigasi kasus kecelakaan bus pariwisata masuk jurang di Kawasan Wisata Guci, Bojong, Kabupaten Tegal, pada 7 Mei 2023. Dari hasil investigasi dan uji laboratorium logam Institut Teknologi Bandung (ITB) disimpulkan, ada beberapa faktor yang berkontribusi pada kecelakaan tersebut.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono menjelaskan, hasil investigasi disimpulkan ada beberapa faktor yang menyebabkan kecelakaan tersebut. Hasil final investigasi KNKT ini dipaparkan pada konferensi pers di Aula Pertemuan Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Kota Tegal, Rabu (4/10/2023). 

Hasil investigasi menyebutkan bus parkir di tempat dengan posisi kemiringan kritis dan tanah yang labil. Bus hanya mengandalkan sistem rem parkir untuk mempertahankan posisi dan dua buah ganjal roda, baik roda depan maupun belakang.

"Saya katakan, pada kecelakaan itu, bus dalam kondisi laik dan secara teknis rem parkir dalam kondisi laik," kata Ketua KNKT.

Soerjanto mengungkap bus meluncur ke bawah dan masuk jurang, padahal rem parkir dalam kondisi berfungsi baik. Menurut KNKT, kondisi tanah yang labil dan miring menyebabkan ganjal ban ambles dan gaya gravitasi yang dihasilkan lebih besar dari gaya pengereman dan ganjal ban. Penambahan jumlah barang dan penumpang di atas bus ± 2,8 ton menyebabkan ketahanan rem parkir mobil bus berubah dari statis menjadi dinamis.

"Begitu tanahnya labil, ganjalnya ambles karena gaya gravitasi yang dihasilkan lebih besar dari ganjal dan pengereman. Jadi di sini terjadi perubahan dari statis ke dinamis, dimana rem parkir itu kan tidak digunakan untuk menghentikan bus tapi untuk menjaga bus agar tetap diam tidak bergerak saat parkir. Tapi karena tanahnya ambles maka terjadi perubahan dari statis ke dinamis dan bus meluncur ke bawah," ungkap Soerjanto.

Berdasarkan temuan-temuan di lapangan yang sudah diolah, KNKT memberikan saran apabila bus terpaksa harus diparkirkan di jalan menurun atau menanjak. Dalam kondisi seperti itu, pengemudi harus mencari tanah yang padat, parkir kendaraan pada posisi yang benar, aktifkan rem parkir, pastikan tabung angin terisi penuh, matikan mesin, masukkan ke gigi mundur (Return), dan pasang ganjal roda minimal di roda yang bebas.

Kemudian saat akan melanjutkan perjalanan, kembalikan posisi ke gigi netral, hidupkan mesin dan jangan tinggalkan kendaraan. Di tempat yang miring, bus dengan mesin hidup berpotensi bisa meluncur ke bawah.

"Pengemudi juga tidak diperbolehkan meninggalkan kendaraan bila menghidupkan mesin di tanah parkir yang miring. Karena sewaktu waktu bisa meluncur," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan tunggal bus pariwisata dengan nomor polisi B-7260-CGA pada hari Minggu, 7 Mei 2023 pukul 7.30 WIB di kawasan Wisata Guci, Pekandangan, Bojong, Tegal, tiba-tiba meluncur menurun saat mesin sedang dihidupkan. 

Kecelakaan bus pariwisata tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia 2 orang, luka berat 2 orang dari luka ringan 31 orang. Kecelakaan tersebut menarik perhatian besar masyarakat luas setelah rekaman detik-detik kejadian tersebar luas di media sosial.

Kronologi kejadian bermula pada hari Minggu tanggal 6 Mei 2023 pukul 09.00 WIB, Mobil Bus Pariwisata B 7260 CGA membawa rombongan wisata religi dari Tangerang Selatan sebanyak 50 orang. Rute wisata mulai dari Tangerang Selatan Cirebon - Pemalang - Guci Tegal - Pekalongan - Tangerang Selatan. 

Bus yang dioperasikan oleh PT Mitra Duta Sejati itu tiba dan bermalam di Guci Tegal jam 21.00 WIB. Sesampai di Wisata Guci para penumpang turun di dekat penginapan, lalu pengemudi mengendarai mobil bus ke tempat parkir tambahan dikarenakan tempat parkir Guci sudah penuh.

Pengemudi memarkirkan mobil bus dengan dipandu oleh juru parkir kemudian menarik tuas rem parkir dan mematikan mesin mobil bus. Pembantu pengemudi memasang ganjal roda di roda depan kiri dan roda belakang kini. 

Setelah itu pengemudi beristirahat di bagasi mobil bus, sedangkan pembantu pengemudi beristirahat di kursi penumpang mobil bus. Tanggal 7 Mei 2023 sekitar pukul 07.30 WIB keesokannya, pengemudi terbangun karena penumpang mulai naik ke mobil bus

Pembantu pengemudi menyalakan mesin mobil bus dan pendingin ruangan (AC), kemudian turun untuk membantu memasukkan barang bawaan penumpang ke bagasi. Penumpang satu per satu masuk ke dalam mobil bus hingga berjumlah 35 orang. 

Saat pengemudi koordinasi dengan panitia di luar bagian belakang mobil bus, tiba-tiba mobil bus bergerak dan meluncur ke arah jalan turunan. Pembantu pengemudi berteriak dan mengejar mobil bus, mobil bus menabrak kereng sebelah kanan dan berkurang kecepatannya. 

Namun mobil bus tetap bergerak di jalan menurun dan menabrak lereng lagi. Mobil bus terus bergerak mendekati tepi jurang di sebelah kiri, menabrak warung lalu terguling sebanyak 3 kali dan jatuh ke jurang Sungai Guci.

Editor: Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut