Kondisi Bocah 7 Tahun Pasien Positif Corona di Bantul Terus Membaik

Kuntadi ยท Selasa, 07 April 2020 - 22:10 WIB
Kondisi Bocah 7 Tahun Pasien Positif Corona di Bantul Terus Membaik
RSUD Panembahan Senopati Bantul, DIY. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

BANTUL, iNews.id – Kondisi bocah laki-laki tujuh tahun yang dinyatakan terinfeksi positif Covid-19 dan menjalani perawatan intensif di RSUD Panembahan Senopati, Kabupaten Bantul, DIY, terus membaik. Pasien tinggal menunggu test swab terakhir. Jika hasilnya negatif, pasien akan langsung dipulangkan.

“Kondisi bocah itu terus membaik dan tinggal menunggu hasil pemeriksaan swab keempat,” kata Humas RSUD Panembahan Senopati Bantul, Siti Rahayu Ningsih, Selasa (7/4/2020).

Siti Rahayu menjelaskan, dari empat kali swab yang dilakukan, tiga hasil uji laboratorium di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta sudah keluar. Hasil pertama dan kedua positif, sedangkan hasil ketiga sudah negatif corona. Saat ini tim medis tinggal menunggu hasil uji keempat. 

“Sekarang masih ditempatkan di ruang isolasi. Kalau hasil swab keempat keluar dan hasilnya juga negatif, pasien bisa dipulangkan karena memang kondisinya terus membaik,” ujarnya.

Pemeriksaan swab juga dilakukan terhadap kedua orangtua pasien tersebut. Namun hasil keduanya sudah negatif dan keduanya pun telah dipulangkan. Bahkan, mereka pulang lebih dulu dibandingkan dengan Kajari Bantul.

Sementara juru bicara percepatan penanganan infeksi Covid-19, Pemkab Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan, hingga Selasa sore, tercatat ada lima pasien positif corona di Bantul. Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 25 orang dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 7 orang.

“Tidak ada penambahan kasus positif di Bantul,” ujarnya.

Tim Covid-19 Bantul terus mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berada di rumah dan menghindari kerumunan massa. Jika terpaksa harus keluar, disarankan menggunakan masker. Masker bedah hanya untuk tenaga medis. Sementara masyarakat bisa mencegah penularan dengan menggunakan masker kain yang bisa dicuci dengan sabun.


Editor : Maria Christina