Lagi Apes, Pengantin Baru dari Garut Ini Gagal Bulan Madu Gegara Kecopetan di Bus

Nani Suherni · Senin, 05 Oktober 2020 - 14:45:00 WIB
Lagi Apes, Pengantin Baru dari Garut Ini Gagal Bulan Madu Gegara Kecopetan di Bus
Ilustrasi copet

KEBUMEN, iNews.id - Nasib kurang mujur dialami pasangan pengantin baru dari Garut, Jawa Barat. Niat untuk bulan madu ke Yogyakarta pupus karena tas berisi uang dan laptop dicopet.

Mestinya, Sabtu (26/9/2020) akan menjadi hari yang indah bagi SA (26) warga Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bagaimana tidak, kedua Pasutri itu rencananya akan berbulan madu di Kota Yogyakarta.

Namun rencana bulan madu yang ditunggu-tunggu itu tidak berjalan mulus. Dalam perjalan menuju Yogyakarta, tas ranselnya milik warga dicuri orang tak bertanggungjawab.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, pencurian bermula saat korban dan tersangka sama-sama menumpang Bus Sinar jaya jurusan Garut-Yogyakarta. Saat korban tertidur sekitar pukul 02.45 Wib, tersangka mengambil tas miliknya dan turun di wilayah Gombong. Hal itu membuat korban curiga, karena tujuan para tersangka seharusnya di Yogyakarta.

“Saat korban terbangun, dan menyadari tasnya hilang langsung memberi tahu sopir. Selanjutnya korban dan sopir mencari di sekitar Gombong tempat para tersangka turun. Tak lama kemudian para tersangka berhasil diamankan di Pasar Wonokriyo Gombong,” kata Rudy dilansir dari website resmi Polda Jateng.

Beruntung, sopir bus AKAP putar balik untuk mencari pelaku. Kedua tersangka diketahui masing-masing berinisial AG (44) warga Kecamatan Cakung Jakarta Timur dan NA (45) warga Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara.

Saat diamankan warga, kedua tersangka sempat menjadi bulan-bulanan. Beruntung saat warga gelap mata, polisi segera datang. Kedua tersangka akhirnya bisa segera diamankan.

“Polsek yang datang ke lokasi segera mengamankan para tersangka dari amuk warga. Kami juga mengamankan barangbukti tas ransel milik korban,” ucap Rudy.

Kepada polisi para tersangka mengaku mengincar barang bawaan korban sejak dari Garut. Korban duduk persis di depan tersangka, sedang tas ransel yang berisi Laptop dan barang berharga lainnya digeletakan di bawah. Saat korban tertidur pulas tas diambil tersangka.

Tersangka juga mengaku sering melakukan pencurian dengan modus menjadi penumpang bus. Namun baru kali ini aksinya gagal. Tersangka dijerat dengan pasal 362 KUH Pidana tentang pencurian ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara.


Editor : Nani Suherni