get app
inews
Aa Text
Read Next : Banjir Demak Meluas! 2.839 Warga Mengungsi hingga Akses Jalan Lumpuh

Larangan Tergesa-Gesa Pergi ke Masjid saat Dengar Iqomat

Rabu, 12 Februari 2020 - 05:37:00 WIB
Larangan Tergesa-Gesa Pergi ke Masjid saat Dengar Iqomat
Muslim dianjurkan untuk tidak tergesa-gesa ke masjid ketika mendengar iqomah untuk melaksanakan salat. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Datang ke masjid lebih awal untuk menunaikan salat sangat dianjurkan agama karena pahalanya sangat besar. Karena itu, Muslim dipeintahkan untuk segera bergegas ketika mendengar seruan azan.

Rasulullah SAW bersabda:

عن أبي هريرة رضي الله عنه أنّ رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ((لَوْ يعْلمُ النَّاسُ مَا في النِّداءِ والصَّفِّ الأَولِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يسْتَهِموا علَيهِ لاسْتهموا علَيْهِ، ولوْ يعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِير لاسْتبَقوا إَليْهِ، ولَوْ يعْلَمُون مَا فِي العَتَمَةِ والصُّبْحِ لأتوهمُا ولَوْ حبوًا)) متفق عليه.

Abu Hurairah radhiyallhu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seandainya orang – orang mengetahui pahala azan dan shaf awal (dalam shalat berjama’ah), kemudian untuk mendapatkannya harus melalui undian, tentu mereka mau melakukan undian itu. Jika mereka mengetahui pahala berangkat lebih awal untuk salat, pasti mereka akan berlomba-lomba untuk berangkat shalat lebih awal. Dan seandainnya mereka mengetahui keutamaan shalat isya dan subuh, pasti mereka pergi ke masjid untuk melakukan shalat isya dan subuh meskipun harus merangkak”. (Muttafaq ‘alaih)

Namun, ketika mendengar iqomah, Muslim dilarang untuk terburu-terburu. Jika tekah mendengar iqomah tanda salat akan ditegakkan, hendaknya Muslim berjalan biasa tidak tergesa-gesa.

Ibnu Katsir dalam tafsir Surat Al Jumuat menerangkan. Ada sebuah hadis di dalam kitab Sahihain yang diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim melalui Abu Hurairah, dari Nabi Saw yang telah bersabda:

"إِذَا سَمِعْتُمُ الْإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى الصَّلَاةِ، وَعَلَيْكُمُ السَّكِينَةُ وَالْوَقَارُ، وَلَا تُسرِعوا، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فصَلُّوا، وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا"

Apabila kamu mendengar iqamah, maka berjalanlah kamu menuju ke tempat salat, dan langkahkanlah kakimu dengan tenang dan anggun, dan janganlah kamu melangkahkannya dengan cepat-cepat. Maka apa saja bagian salat yang kamu jumpai, kerjakanlah dan apa yang terlewatkan olehmu, maka sempurnakanlah.

Menurut lafaz Imam Bukhari, dari Abu Qatadah, disebutkan bahwa ketika kami sedang salat bersama Nabi Saw., tiba-tiba beliau mendengar suara gemuruh langkah kaum lelaki. Maka setelah salat selesai, beliau Saw. bertanya, "Mengapa kalian?" Mereka menjawab, "Kami datang tergesa-gesa ke tempat salat." Nabi Saw. bersabda:

"فَلَا تَفْعَلُوا، إِذَا أَتَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَامْشُوا وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا"

Jangan kamu ulangi perbuatan itu. Apabila kamu mendatangi tempat salat, maka berjalanlah dan langkahkanlah kakimu dengan tenang. Apa saja bagian salat yang kamu jumpai, kerjakanlah dan apa yang terlewatkan olehmu, sempurnakanlah.

Demikianlah menurut apa yang diketengahkan oleh Bukhari dan Muslim.

قَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ: أَخْبَرَنَا مَعْمَر، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: "إذا أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ فَلَا تَأْتُوهَا تَسْعَوْنَ، وَلَكِنِ ائْتُوهَا تَمْشُونَ، وَعَلَيْكُمُ السَّكِينَةُ وَالْوَقَارُ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا
، وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا".

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mamar, dari Az-Zuhri, dari Said ibnul Musayyab, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Apabila iqamah untuk salat diserukan, maka janganlah kamu mendatanginya dengan jalan cepat, tetapi datangilah ia dengan jalan biasa dan langkahkanlah kakimu dengan tenang dan anggun. Maka bagian mana pun yang kamujumpai, kerjakanlah; dan bagian mana pun yang terlewatkan darimu, maka sempurnakanlah.

Imam Turmuzi meriwayatkannya melalui hadis Abdur Razzaq pula, dan ia juga mengetengahkannya melalui jalur Yazid ibnu Zurai, dari Mamar, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah dengan sanad yang semisal.

Al-Hasan Al-Basri telah mengatakan, "Ingatlah, demi Allah, makna yang dimaksud bukanlah melangkahkan kaki dengan cepat. Sesungguhnya mereka telah dilarang mendatangi tempat salat kecuali dengan langkah-langkah yang tenang dan anggun." Ungkapan sa' yu ini kaitannya adalah dengan hati, niat, dan kekhusyukan.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut