Macan Kumbang Teror Warga Lereng Lawu Tawangmangu, 8 Ekor Kambing Mati
KARANGANYAR, iNews.id - Warga lereng Gunung Lawu di Dusun Sendang, Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah selama tiga hari terakhir diteror hewan buas yang diyakini seekor macan kumbang.
Binatang buang tersebut sudah menyerang delapan ekor kambing milik warga. Kedelapan ekor kambing itu masing-masing milik Karto Wagiyo sebanyak lima ekor dan Arjo Paimin tiga ekor. Delapan kambing itu diketahui mati di kandang dengan kondisi mengenaskan sejak Selasa hingga Rabu, (30-31/10/2018). Menyusul serangan hewan tersebut, warga pun terpaksa melakukan patroli secara bergantian mengantisipasi kejadian tak diinginkan.
Pemilik kambing, Arjo Paimin (50) mengaku sempat melihat sosok macan berwarna hitam berada di dalam kandang ternaknya. Awalnya, sekitar pukul 23.00 WIB, dia mendengar suara gaduh dari kandang. Begitu dilihat, tiga kambing miliknya sudah dalam keadaan sekarat dengan bekas gigitan di leher. Untuk antisipasi serangan susulan, Arjo memilih mengungsikan ternak ke dalam bagian rumah yang dimodifikasi menjadi kandang sementara.
“Awalnya terdengar klothek-klotek (gaduh), terus pintu dibuka ada macan njegonggong (terdiam) menghadap kidul (selatan). Kemudian diusir terus lari ke kebun,” katanya, Jumat (2/11/2018).
Pejabat sementara (Pjs) Kapolsek Tawangmangu, Iptu Ismugiyanto mengaku jajarannya sudah berkoordinasi dengan Perhutani dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng terkait dugaan serangan binatang buas yang dilindungi tersebut.
Dia menduga binatang buas tersebut turun ke perkampungan untuk memenuhi kebutuhan makan. “Kita nggak boleh membunuh binatang tersebut karena dilindungi. Tidak boleh ditembak atau diracun, harus ditangkap hidup-hidup,” katanya.
Terkait kejadian itu, Ismugiyanto mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap tenang dan selalu waspada, serta mengurangi aktivitas pada malam hari. “Warga juga saya minta untuk bepergian secara berkelompok bila sedang di ladang atau mencari rumput di hutan,” katanya.
Editor: Kastolani Marzuki