Maharnya Bendera Merah Putih, 17 Pasangan Gelar Nikah Massal

Kuntadi ยท Selasa, 06 Agustus 2019 - 17:45:00 WIB
Maharnya Bendera Merah Putih, 17 Pasangan Gelar Nikah Massal
Pasangan nikah massal usai menggelar ijab qabul di wall climbing Universitas Muhammadiyah Magelang. (Foto: Istimewa).

MAGELANG, iNews.id - Sebanyak 17 pasangan pengantin mengikuti Nikah Bareng Agustusan yang digelar Universitas Muhammadiyah Magelang, Selasa (6/8/2019). Uniknya mahar hanya berupa bendera merah putih dan pengucapan naskah proklamasi.

Prosesi akad nikah dilaksanakan terpisah. Di antaranya berada di laboratorium farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, studio Radio, Crane Bengkel Otomotif UM Magelang dan wall climbing.

Nikah Bareng Agustusan merupakan rangkaian menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-74 dan milad UM Magelang ke-55. Kegiatan ini bertajuk Merajut Cinta di 74 Tahun Indonesia Merdeka.

"Tujuan kegiatan ini untuk mewujudkan pasangan sakinah, dilandasi cinta Illahi dan juga wujud mensyukuri 74 tahun Indonesia merdeka," kata Ketua Ikatan Alumni Akbar UM Magelang, Isa Ashari.

Menurut dia, sampai sekarang masih banyak yang belum sadar betapa pentingnya ikatan pernikahan. Padahal pernikahan itu suatu janji suci dan sakral.

Peserta nikah massal ini, tidak hanya berasal dari Magelang saja, namun ada yang berasal dari Kalimantan, Sragen, Semarang, Purworejo, Grobogan dan juga Yogyakarta.

Setiap pasangan mendapatkan fasilitas gratis dari biaya nikah, mahar, bingkisan, busana dan tata rias, cincin nikah, dekorasi, dokumentasi, buku tabungan hingga berbulan madu di hotel berbintang di Magelang.

Mahar ijab qobul ini, berupa bendera Merah Putih dan pengucapan teks proklamasi. Sebelumnya, pasangan 17 pengantin ini dikirab dan melepaskan 55 burung emprit sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan bebas status jomblo.

Rektor UMMagelang Eko Muh Widodo, mengapresiasi event yang digelar yang bekerja sama dengan FORTAIS (Forum Ta’aruf Indonesia) dan Paguyuban HARPI Melati Magelang tersebut.

"Ini untuk membantu meringankan mereka yang tidak mampu untuk menjalankan sunah rasul yaitu menikah," ujar Rektor.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal