get app
inews
Aa Text
Read Next : Viral Pengeroyokan Pelajar di Langkat, 2 Orang Ditangkap

Mahasiswa Undip Diduga Dikeroyok Teman Kampus, Korban Patah Hidung hingga Trauma

Jumat, 06 Maret 2026 - 13:41:00 WIB
Mahasiswa Undip Diduga Dikeroyok Teman Kampus, Korban Patah Hidung hingga Trauma
Mahasiswa Undip berinisial A (20) diduga dikeroyok puluhan mahasiswa di rumah kos di Semarang. Kasusnya kini masih dalam penyidikan polisi. (Foto: Instagram Zainal Petir).

SEMARANG, iNews.id - Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang mahasiswa mengguncang dunia pendidikan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Korban berinisial A (20), mahasiswa Jurusan Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip), mengalami luka serius setelah diduga dikeroyok puluhan mahasiswa lainnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada 15 November 2025 di rumah kos. Kasus ini kembali menjadi sorotan setelah video kondisi korban saat dirawat di rumah sakit beredar luas di media sosial.

Kuasa hukum korban dari LBH Penyambung Titipan Rakyat (Petir) Jawa Tengah, Zainal Abidin Petir menyampaikan bahwa keluarga korban telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi sehari setelah peristiwa itu.

"Setelah keluarga korban minta pendampingan, per 2 Maret 2026, saat itu saya langsung datangi Polrestabes dan menemui AKBP Andika selaku Kasat Reskrim, agar perkara segera ditindaklanjuti, mengingat orang tua korban sudah lama buat laporan," ujar Zainal dikutip dari iNews Semarang, Jumat (6/3/2026).

Akibat pengeroyokan yang diduga dilakukan sekitar 30 orang tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius. Mahasiswa yang merupakan anak penjual nasi goreng asal Kabupaten Semarang itu mengalami patah tulang hidung, gegar otak serta gangguan pada saraf mata kiri.

Menurut kuasa hukum, kejadian bermula ketika korban diminta datang ke rumah kos pukul 22.05 WIB untuk membahas kegiatan kampus. Setibanya di lokasi, korban mendapati banyak orang sudah menunggunya.

Di tempat tersebut, korban dituduh melakukan pelecehan terhadap seorang mahasiswi berinisial U yang merupakan adik tingkatnya. Korban sempat membantah tuduhan tersebut dan menjelaskan kronologi kejadian sebenarnya, bahkan menyebut ada saksi yang mengetahui peristiwa itu.

Meski demikian, para pelaku disebut tetap tidak mempercayai penjelasan korban. Perdebatan yang berlangsung sekitar satu jam kemudian berujung pada tindakan kekerasan hingga korban dianiaya secara brutal hingga pukul 04.15 WIB.

Zainal meminta pihak universitas dan polisi segera mengambil langkah tegas terhadap para pelaku. Dia menyebut kondisi korban saat ini masih trauma berat akibat peristiwa tersebut.

"Korban semester 4 berstatus cuti karena trauma, apalagi pelaku yang satu jurusan Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya Undip, belum ditangkap," ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena mengatakan bahwa insiden dugaan penganiayaan mahasiswa FIB Undip yang terjadi pada November 2025 telah dilaporkan pada sehari sesudah kejadian.

“Kasus (penganiayaan) sudah masuk tahap penyidikan, penanganan hukum tetap berjalan sesuai ketentuan," kata AKBP Andika kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).

Ada sekitar 20 orang yang dilaporkan oleh korban. Namun hingga saat ini, penyidik masih mendalami peran masing-masing terlapor.

Editor: Kurnia Illahi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut