Makam Kuno dengan Nisan Arab dan Romawi di Kendal Diduga Makam Raja Amangkurat

Eddie Prayitno ยท Senin, 08 Juli 2019 - 18:40 WIB
Makam Kuno dengan Nisan Arab dan Romawi di Kendal Diduga Makam Raja Amangkurat
Perangkat Desa Kumpulrejo, Kecamatan Patebon, Kendal menutup batu nisan makam kuno yang diduga raja Amangkurat dengan kain mori. (Foto: iNews.id/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.idMakam kuno dengan batu nisan bertuliskan huruf Arab dan Romawi yang ditemukan di pekarangan warga Desa Kumpulrejo RT 03/ RW 03, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, diduga merupakan makam salah satu raja Amangkurat.

Perangkat Desa Kumpulrejo, Chumaidi mengatakan, dari data awal yang dimiliki pihak desa makam kuno itu diduga salah satu raja dari Amangkurat I Surakarta (Solo). “Ini indikasi awal kami dan pastilah nanti akan dibuktikan oleh arkeologi atau pemerhati purbakala,” kata dia, Senin (8/7/2019).

Dia mengatakan, laporan penemuan makam kuno itu sudah diteruskan pihak desa ke Pemerintah Kabupaten Kendal. Oleh instansi terskait, kemudian meminta arkeolog untuk memeriksa makam kuno tersebut.

Chumaidi juga menggali informasi warga sekitar terkait penemuan makam tersebut. Menurut dia, di makam kuno tersebut terdapat tulisan berhuruf Arab dan angka dua Romawi. “Saya berharap ada pemeriksaan dari arkeolog karena jika malam hari ada cahaya kecil di sekitar makam,” ujarnya.

Warga Kumpulrejo, Solikhatun mengatakan, masyarakat di sekitar Kumpulrejo sangat penasaran dengan keberadaan makam kuno tersebut. Mereka terus berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung dari dekat makan berbatu nisan tulisan Arab dan angka Romawi.

Solikhatun juga menduga makam kuno itu merupakan salah satu makam raja di Amangkurat, Surakarta. Namun, hal itu perlu dibuktikan lebih lanjut. “Kalau kata orang pintar di sini, itu makamnya raja. Tapi, baru dugaan,” katanya.

Dia berharap warga di sekitar lokasi ikut menjaga keberadaan makam kuno yang memiliki nilai dan kandungan sejarah.

Diketahui, penemuan makam kuno yang masih utuh itu menggegerkan warga. Mereka pun berdatangan ke lokasi untuk melihat makam kuno yang terpendam di dalam tanah. Makam kuno ini kali pertama ditemukan Catur, pemilik pekarangan yang hendak menggali untuk membuat saluran.

Dia menuturkan, saat baru menggali tanah pekarangan sekitar 50 cm, mata cangkul mengenai batu. Dengan hati-hati, Catu kembali menggali tanah dan saat pada kedalaman sekitar 1,5 meter menemukan makam yang masih lengkap dengan dua buah batu nisan.

Dia menuturkan, makam dengan dua batu nisan ini terbuat dari batu berwarna putih dan terdapat ornamen kuno. Catur kemudian memberitahukan penemuan makam kuno itu ke pihak desa.

“Saya baru nyangkul tanah untuk buat saluran. Baru sekitar 50 cm, cangkul kena batu dan pas digali lagi ternyata ada batu nisan,” katanya, Senin (8/7/2019).


Editor : Kastolani Marzuki