Mampu Mendesain,Gadis Disabilitas Ini Keluar Sekolah karena Di-Bully

Suryono Sukarno ยท Senin, 29 Januari 2018 - 05:30 WIB
Mampu Mendesain,Gadis Disabilitas Ini Keluar Sekolah karena Di-Bully
Windy Setyoningsih, gadis tuna grahita asal Pekalongan, Jateng menunjukkan desain baju rancanangannya. (Foto: iNews.id/Suryono)

PEKALONGAN, iNews.id - Windy Setyoningsih (12) warga Dukuh Blendung, Desa Purworejo, Kecamatan Sragi, Pekalongan, Jawa Tengah ini ternyata memiliki bakat istimewanya. Gadis tuna grahita ini mampu mendesain baju dengan kualitas yang sangat baik.

Bakat itu keluar setelah Windy memutuskan diri drop out (DO) dari sekolah dasar karena kerap diejek atau di-bully teman-temannya.

Walaupun belajar secara otodidak namun hasil karya rancangan busana gaun wanita ini tidak kalah dari perancang papan atas.  Bahkan dia sangat ingin ketemu idolanya, desainer kondang Ivan Gunawan.

Putri pertama pasangan suami istri, Karsidin dan Suniti ini memang tergolong warga kurang mampu. Dia juga merupakan penyandang disabilitas atau tuna grahita.

Ibunya bekerja buruh tani dan kerja  serabutan, sedang sang ayah bekerja tukang cap batik dengan penghasilan jauh dari cukup.  Rumah yang saat ini berdiri pun hasil bantuan dari pemerintah melalui program perumahan swadaya beberapa tahun lalu.

Setiap hari, Windi disibukan dengan alat tulis seperti buku dan pena. Kesibukan Windi ini sudah dilakukan sejak dirinya putus sekolah kelas IV SD, karena kerap diejek oleh teman-temanya atas kondisi windi yang tergolong disabilitas ini. Dengan menyesal Windi memutuskan untuk tidak sekolah.

Untuk mengisi hari-harinya tersebut windi gunakan untuk corat-coret di buku. Termasuk menggambar rancangan busana wanita.  Kepiwaiannya dalam merancang busana yang dituangkan dalam sebuah sketsa di kertas ini diperoleh dengan otodidak.

"Saya hanya sampai kelas 4 SD dan tidak sekolah lagi karena sering diajak (di-bully) lalu mulai menggambar setiap hari karena hobi, "ujar Windi, Minggu (28/1/2018).

Tidak ada guru ataupun pembimbing yang mengajari Windy. Dia  hanya dari menonton televisi serta melihat penampilan beberapa artis. Awalnya dia menggambar di buku tulis biasa, namun sejumlah warga yang peduli akhirnya memberikan kertas gambar.

Dari tahun ke tahun, hobi menggambar ini terus diasah  saat ini terkumpul sudah ratusan rancangan busana gaun wanita cantik karya Windi yang dikumpulkan dalam beberapa bandel buku.  

"Saya tidak tahu sudah berapa gambar rancangan desain saya sendiri, tidak tahu nanti siapa yang mau memakai. Saya ingin sekali bertemu desainer terkenal, Ivan Gunawan, "ujarnya.

Selain menyalurkan hobynya menggambar, dia  juga membantu kedua orangtuanya dalam mencari nafkah. Windi membantu ibunya untuk membuat lipatan perban dari kain kasa, namun hasil hanya minim berkisar Rp7.000- 10.000.

Suniti, ibu Windi mengakui bahwa putri pertamanya ini mulai suka menggambar sejak putus sekolah.  "Karena tidak ada kegiatan lainnya, dihabiskan waktu untuk menggambar terutama menggambar busana," ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki