Mempelai Pria Kecelakaan, Sepasang Pengantin di Kulonprogo Menikah di Rumah Sakit

Kuntadi ยท Minggu, 19 Januari 2020 - 10:38 WIB
Mempelai Pria Kecelakaan, Sepasang Pengantin di Kulonprogo Menikah di Rumah Sakit
Muhammad Adi Saputra (26) dan Suprapti (25), warga Wates, Kulonprogo, DIY yang menikah di RS. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Sepasang kekasih mengikat janji suci pernikahan di rumah sakit (RS). Hal inilah yang dirasakan pasangan Muhammad Adi Saputra (26) dan Suprapti (25) warga Wates, Kulonprogo, DIY.

Proses ijab kobul pernikahan terpaksa mereka lakukan di bangsal Dahlia RSUD Wates, Kulonprogo lantaran pengantin pria kecelakaan lalulintas. Dengan tergolek di tempat tidur, Muhammad Adi Saputra membaca ijab kobul yang dipimpin penghulu KUA Wates  Zamroni. Sementara wali nikah yakni Kamidi, ayah dari Suprapti, Minggu (19/1/2020).

Dengan sederhana, namun khidmat, dalam satu kali ucapan pasangan yang sudah delapan tahun pacaran ini sah menjadi pasangan pengantin.

BACA JUGA: Dibawa Perempuan ke Hutan, Ketua RT di Katingan Hilang 30 Jam dan Pulang Linglung

Penghulu KUA Wates Zamroni mengatakan, sedianya pernikahan akan dilaksanakan di rumah mempelai perempuan. Namun karena pengantin pria kecelakaan akhirnya dilaksanakan di rumah sakit.

Persyaratan pernikahan juga telah dipenuhi. Baik wali nikah, mas kawin hingga saksi-saksi. Hanya prosesnya lebih singkat tanpa ada pengantar dan sambutan. Langsung ijab kobul dengan mas kawin seperangkat alat salat.

“Karena kondisi dibuat lebih singkat dan tadi sudah terlaksana dan sah,” kata Zamroni, Minggu (19/1/2020).

Sebagai petugas pencatat, dia belum bisa mengeluarkan buku nikah karena harus ditandatangani. Sementara pengantin pria tangannya masih sakit dan belum bisa digerakkan untuk tanda tangan. Nanti setelah sehat mereka harus ke KUA untuk tanda tangan buku nikah.

“Kalau buku nikahnya sudah ada. Besok kalau sudah sehat (pengantin) ke kantor untuk tanda tangan buku,” tuturnya.

Pengantin Pria Muhammad Adi Saputra, mengaku bersyukur bisa melaksanakan pernikahan meski berlangsung di RS. Sejumlah saudara dan teman-temannya tetap datang diacara pernikahannya.

“Meski kondisi seperti ini, saya tetap senang, bahagia,” ucap warga Pedukuhan II, Desa Demen, Kecamatan Temon, Kulonprogo tersebut.

Suprati juga mengaku bahagia bisa menikah dengan pria yang telah dipilihnya menjadi pendamping hidup.

“Kami pacaran sudah delapan tahun lalu, sejak kelas tiga SMK,” kata Warga Wonosidi Lor, Wates, Kulonprogo.

Dia juga mengaku tetap bahagia meski pernikahan harus di RS. Dia tetap setia mendampingi sang suami sampai dengan sehat kembali. Di mana sampai saat ini, suaminya sudah 10 hari menjalani perawatan.

“Saya tetap bahagia. Untuk pesta atau bulan madu nanti kalau sudah sehat,” ujarnya.


Editor : Donald Karouw