Meraih Lailatul Qadar

Kastolani ยท Rabu, 22 Mei 2019 - 04:05:00 WIB
Meraih Lailatul Qadar
Memperbanyak tadarus Alquran salah satu upaya meraih kenikmatan malam lailatul qadar. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id – Bulan Ramadan memiliki sekian banyak keistimewaan. Salah satu di antaranya adalah Lailatul Qadar, satu malam yang oleh Alquran dinamai "lebih baik daripada seribu bulan". Tetapi, apa dan bagaimana malam itu?

Apakah ia terjadi sekali saja yakni pada malam ketika turunnya Alquran 15 abad yang lalu atau terjadi setiap bulan Ramadan sepanjang sejarah? Bagaimana kedatangannya, apakah setiap orang yang menantinya pasti akan mendapatkannya?

Benarkah ada tanda-tanda fisik material yang menyertai kehadirannya (seperti membekunya air, heningnya malam dan menunduknya pepohonan,dan sebagainya)?

Yang pasti, dan ini harus diimani oleh setiap Muslim berdasarkan pernyataan Alquran, bahwa "Ada suatu malam yang bernama Lailat Al-Qadr"(QS 97:1) dan bahwa malam itu adalah "malam yang penuh berkah di mana dijelaskan atau ditetapkan segala urusan besar.

Mufasir Indonesia, Quraish Shihab dalam bukunya “Membumikan Alquran” menjelaskan, kata qadr sendiri paling tidak digunakan untuk tiga arti: Penetapan dan pengaturan sehingga Lailat Al Qadr dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia.

Ada ulama yang memahami penetapan itu dalam batas setahun. Alquran yang turun pada malam Lailat Alqadr diartikan bahwa pada malam itu Allah SWT mengatur dan menetapkan khittah dan strategi bagi Nabi-Nya, Muhammad saw, guna mengajak manusia kepada agama yang benar yang pada akhirnya akan menetapkan perjalanan sejarahumat manusia, baik sebagai individu maupunkelompok.

"Malam tersebut adalah malam mulia yang tiada bandingnya. Ia mulia karenaterpilih sebagai malam turunnya Alquran serta karena ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih," kata Quraish Shihab.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2