Meraih Lailatul Qadar

Kastolani ยท Rabu, 22 Mei 2019 - 04:05:00 WIB
Meraih Lailatul Qadar
Memperbanyak tadarus Alquran salah satu upaya meraih kenikmatan malam lailatul qadar. (Foto: Antara)

Lalu bagaimana caranya meraih malam 1.000 bulan dalam Bulan Ramadan ini. Berikut beberapa tip meraih lailatul qadar seperti dikutip dari http://www.piss-ktb.com/2012/02/397-meraih-lailatul-qodar.html

Bangunlah Malam Hari

Para ulama menjelaskan, salah satunya adalah Yusuf Qaradawi yang mengatakan bahwa malam itu datang untuk semua orang yang benar-benar menginginkannya. Di malam itu kebaikan terbuka untuk siapa pun yang mencarinya.

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang melakukan shalat Isya' berjamaah, seolah-olah ia berqiyam (bangun malam) di separuh malam. Dan barang siapa yang shalat shubuh berjamaah, seolah-olah ia melakukan di sepanjang malam tersebut." (HR Ahmad Muslim).

Salah satu cara untuk meraih pahalanya adalah dengan salat malam. Sebagaimana disebutkan dalam shahih Bukhari dari Abu Hurairah, "Barang siapa yang berqiyam di malam Al Qadar dengan penuh keimanan dan bersungguh-sungguh, maka telah diampunkannya apa yang telah lalu dari dosanya." (HR. Bukhari).

Penuh Berdzikir

Syeikh Atiyah Saqr menganjurkan, hidupkanlah malam mulia itu dengan shalat, membaca Al Qur'an, berdzikir, beristighfar, dan berdoa dari terbenam matahari hingga terbit fajar. Hidupkanlah Ramadhan dengan bershalat Tarawih di dalamnya. Berkata Aisyah r.a,"Ya Rasulullah, di waktu Lailatul Qadar apakah yang harus aku lakukan? Katakanlah, Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka pada pengampunan, maka ampunilah aku."

Aneka Ibadah

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan berbagai amal ibadah secara yakin dan percaya kepada pahala yang disediakan Allah dan dengan secara ikhlas, maka Allah akan mengampunkan segala dosanya yang telah lalu.

"Kita semua memang tidak tahu kapan malam itu akan datang. Ada ulama yang berpendapat bahwa Lailatul Qadar itu bisa saja terjadi sejak dari awal masuknya bulan Ramadhan sampai akhir, namun kapan pastinya, Allah merahasiakannya.

Dengan dirahasiakan itulah kita makin termotivasi untuk menghidupkan seluruh bulan Ramadhan dengan berbagai macam ibadah, seperti Tarawih, Tadarrus, shalat sunnah dan lain sebagainya.

Ada juga yang berpendapat bahwa Lailatul Qadar itu ada pada sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan (Madzhab Imam Syafi'i). Bahkan ada yang mengkhususkannya di malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir. Tak sepatutnya kita sebagai umat Islam saling memperdebatkan kapan pastinya malam Lailatul Qadar itu akan terjadi.

Namun yang jelas dan pasti, hanya terjadi di malam bulan Ramadhan, Allah merahasiakannya. Namun, pada malam itu ada ciri-ciri alam yang menandakan bahwa malam itu adalah malam Lailatul Qadar.

Nabi saw menganjurkan sambil mengamalkan iktikaf di masjid dalam rangka perenungan dan penyucian jiwa.  Walaupun iktikaf dapat dilakukan kapan saja dan dalam waktu berapa lama.

Nabi saw selalu melakukannya pada sepuluh hari dan malam terakhir bulan puasa. Salah satu doa yang paling sering Nabi baca dan hayati maknanya adalah:

Rabbana aatina fi al-dunya hasanah, wa fi al-akhirah hasanah wa qina 'adzab al-nar” (Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di duniadan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka).


Editor : Kastolani Marzuki