get app
inews
Aa Text
Read Next : Penampakan Matahari Terbit Pertama 2026 dari Candi Borobudur, Wisatawan Antusias

Merapi Muntahkan Satu Kali Awan Panas Guguran Pagi Ini

Sabtu, 03 April 2021 - 10:08:00 WIB
Merapi Muntahkan Satu Kali Awan Panas Guguran Pagi Ini
Gunung Merapi memuntahan awan panas guguran, Sabtu (3/4/2021) pukul 03.17 WIB. (Foto : BPPTKG)

SLEMAN, iNews.id - Awan panas guguran keluar dari Gunung Merapi, Sabtu (3/4/2021) dini hari. Aktivitas vulkanis gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta ini,  terjadi pukul 03.17 WIB dan luncuran ke arah barat daya. 

Data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 45 mm dan durasi 116 detik. Jarak luncur 1,3 kilometer. 

Tinggi kolom tidak teramati. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 14-22 °C, kelembaban udara 68-78%, dan tekanan udara 565-708 mmHg. 

BPPTKG juga mencatat gempa guguran sebanyak 32 kali dengan amplitudo 3-40 mm, selama  8-92 detik. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah. Cuaca cerah, berawan, dan mendung. Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III

“Antara pukul 00.00 WIB-06.00 WIB juga teramati 10 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 800 meter ke arah barat daya. Untuk status masih level III atau siaga,” kata penyusun laporan aktivitas Gunung Merapi BPTTKG, Heru Suparwaka, Sabtu (3/4/2021).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Serta pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km. Sedangkan lontaran material vulkanis bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

“Warga kami minta tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi,” ujarnya. 

Editor: Ary Wahyu Wibowo

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut