Miris, Ibu Paruh Baya di Pekalongan 3 Tahun Lumpuh Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot

Suryono Sukarno ยท Jumat, 17 Januari 2020 - 20:29 WIB
Miris, Ibu Paruh Baya di Pekalongan 3 Tahun Lumpuh Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot
Rohayah (48) tak bisa beraktivitas selama tiga tahun akibat lumpuh dan tinggal seorang diri di gubuk reyot Desa Doro, Pekalongnan, Jumat (17/1/2020). (Foto: iNews/Suryono)

PEKALONGAN, iNews.id – Malang menimpa Rohayah (48) warga RT 3 RW 6 Dukuh Kaso Gunung, Desa/Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan sudah tiga tahun hanya bisa tergolek di tempat tidur akibat lumpuh. Rohayah juga tinggal sendirian di gubuk kecil yang kondisinya sudah reyot.

Selama tiga tahun, Rohayah hanya bisa beraktivitas di atas tempat tidur mulai dari makan, minum, hingga buah hajat. “Sudah tiga tahunan tak bisa ke mana-mana hanya tiduran saja,” kata Rohayah ditemui di gubuk kecilnya, Jumat (17/1/2020).

Untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum serta kebutuhan lain, Rohayah mengaku hanya bergantung dari pemberian tetangga maupun saudara. “Kadang juga tidak makan karena tak ada makanan dan tidak bisa ke mana-mana,” ucapnya.

BACA JUGA: Sakit Aneh, Warga Miskin di Pekalongan Ini Dievakuasi ke RSUD Kajen 

Rumah Rohayah (48) di Desa Doro, Pekalongan nyaris ambruk akibat lapuk. (Foto: iNews/Suryono)
Rumah Rohayah (48) di Desa Doro, Pekalongan nyaris ambruk akibat lapuk. (Foto: iNews/Suryono)

Keluarga Rohayah, Uripah mengatakan, warga serta keluarga dekat selama ini hanya bisa berupaya membantu seadanya, namun masih belum cukup. Tanah yang ditempati juga punya saudara sehingga diharapkan ada bantuan agar bisa ada tempat atau rumah yang layak.

“Kami sering ke sini menengok, kadang bawa makanan atau sekadar meihat kondisnya. Jika buah hajat kami juga membantu dan memandikannya juga jika sudah kotor,” kata Uripah. 

Beberapa kali petugas puskemas mengunjungi dan sekadar memberikan obat. Uripah berharap ada dermawan yang bisa memberi bantuan untuk pengobatan Rohayah.

BACA JUGA: Kakek Sebatang Kara di Pekalongan Tinggal di Kandang Itik dengan Kondisi Sakit

Penderitaan Rohayah semakin bertambah sejak suaminya meninggalkannya tanpa jejak dan tidak ada kabar berita. Keluarga yang lain pun hanya sesekali ke rumah ini untuk menengok dan mengirim makanan.

Kondisi rumah yang ditempati Rohayah juga sangat sempit hanya berukuran 3x4 meter, berlantaikan tanah, berdinding bambu serta kayu bekas tanpa pintu. Kayu penyangga atap rumah juga sebagian sudah lapuk. Tak ada peralatan di dalam rumah, hanya tempat tidur tanpa alas tak ada alat dapur, alat makan juga tidak ada.


Editor : Kastolani Marzuki