get app
inews
Aa Text
Read Next : Operasi SAR Ditutup, Relawan Lanjutkan Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Slamet

Mobil SAR Magelang Terbalik usai Pulang Cari Pendaki Hilang di Gunung Slamet

Kamis, 08 Januari 2026 - 21:36:00 WIB
Mobil SAR Magelang Terbalik usai Pulang Cari Pendaki Hilang di Gunung Slamet
Mobil Tim SAR dan PMI Magelang kecelakaan tunggal di Purbalingga usai pulang dari operasi SAR pencarian pendaki hilang di Gunung Slamet, Kamis (8/1/2026). (Foto: ist)

PURBALINGGA, iNews.idKecelakaan menimpa mobil rombongan tim SAR dan PMI Magelang di wilayah Serayu Larangan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis, (8/1/2026) sore. Belum diketahui penyebab kecelakaan tersebut, namun diduga mobil mengalami rem blong.

Dari video yang beredar, tampak minibus warna putih dalam posisi terguling di sisi kiri jalan. Sejumlah warga dibantu anggota SAR lainnya tampak mengevakuasi penumpang mobil.

Diperoleh informasi, kecelakaan berawal saat mobil rombongan SAR dan PMI tersebut dalam perjalanan pulang ke Magelang usai melaksanakan kegiatan operasi SAR pencarian pendaki hilang di Gunung Slamet.

Nahas, tiba di lokasi kejadian tepatnya di wilayah Serayu Larangan, mobil terguling diduga karena rem blong. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal itu, namun sejumlah anggota SAR luka-luka.

Sebelumnya, operasi pencarian terhadap Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet sejak 28 Desember 2025, resmi ditutup, Rabu (7/1/2026). Meski waktu pencarian telah ditambah dua hari dari jadwal standar, keberadaan remaja tersebut masih menjadi misteri.

Hingga hari terakhir operasi, tim SAR tidak menemukan satu pun petunjuk atau tanda-tanda yang mengarah pada posisi penyintas (survivor).

Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, mengonfirmasi bahwa secara prosedur standar (SOP), operasi SAR nasional telah ditutup. Namun, ia menegaskan bahwa pihak keluarga dan warga setempat tidak lantas menyerah. Tim relawan dari Basecamp Dipajaya dipastikan akan tetap melanjutkan penyisiran secara mandiri.

"Secara SOP hari ini operasi SAR telah dihentikan, namun pencarian masih akan dilanjutkan oleh relawan dan tim Basecamp Dipajaya. Kami mohon doanya dari semua pihak agar upaya lanjutan ini membuahkan hasil," ujar Sutrisno saat dihubungi.

Pada hari terakhir operasi resmi, tim SAR sempat menerjunkan 4 unit Search and Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan area penyisiran. Fokus utama pencarian dilakukan dengan menyisir area dari Pos 4 ke arah bawah, mengikuti skema kemungkinan jalur yang dilalui korban saat mencoba mencari bantuan.

"Sampai hari ke-10, tidak ada tanda-tanda yang mengarah terkait posisi survivor di sepanjang jalur yang telah ditentukan," kata Sutrisno.

Syafiq dilaporkan hilang saat melakukan pendakian cepat (tektok) bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, melalui jalur Dipajaya pada Sabtu (27/12/2025). Keduanya direncanakan kembali ke basecamp pada Minggu sore, namun tak kunjung tiba hingga malam hari. Pada Senin pagi (29/12/2025), tim basecamp berhasil menemukan Himawan di sekitar Pos 9 dalam kondisi lemas dan cedera kaki. 

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut