Momen Lucu Atlet Filipina Menawar Harga Cendera mata ASEAN Para Games 2022
SOLO, iNews.id - Ada momen lucu di salah satu hotel yang menjadi venue cabang olahraga Paracatur ASEAN Para Games 2022 di Kota Solo. Beberapa atlet Filipina terlihat seru melakukan tawar menawar harga dengan penjual cendera mata.
Pertandingan Paracatur berlangsung di sebuah ruangan tertutup tanpa penonton. Namun, pengunjung masih boleh menyaksikan laga secara langsung melalui layar di luar ruangan, dengan syarat tidak boleh berisik.
Ketika waktu istirahat, atlet Rodolfo Sormiento dengan salah satu rekannya yang menggunakan kursi roda, mampir ke stan Solohabo di depan lift.
Kedua atlet Paracatur asal Filipina itu ingin membeli cendera mata hingga terjadi tawar menawar harga. Suasana tampak kocak karena sang penjual tidak fasih bahasa Inggris dan memiliki aksen Jawa yang kental.
Tawar menawar berlangsung alot karena Rodolfo meminta diskon hingga 50 persen dari berbagai harga produk yang disampaikan sang penjual. Karena serunya, dua atlet Filipina di lobi turut menghampiri stan dan membantu Rodolfo menawar.
Tapi, penjaga stan yang kemudian diketahui bernama Dewi Ratnasari tidak gentar dan barang dagangannya tetap laku terjual dengan harga sebagaimana mestinya.
Dikutip dari siaran pers tim media center ASEAN Para Games 2022 Kamis (4/8/2022), Dewi menjelaskan dagangannya tidak biasa karena barang-barang kerajinan tangan dari kayu yang beberapa di antaranya bisa bersinar di dalam gelap. Untuk harganya berkisar dari Rp8.500 hingga Rp79.000 dan sudah cukup banyak yang laku terjual, khususnya tempat minum atau thumbler.
"Kami sudah buka sejak 26 Juli 2022 atau sebelum upacara pembukaan ASEAN Para Games, di sini menjual berbagai hampers dengan bahan utama kayu dan respons pengunjungnya cukup bagus," kata Dewi.
"Kebanyakan yang mampir dan tertarik beli berasal dari Filipina dan Indonesia. Mereka tetap ramah meskipun tadi sempat menawar harga. Seru juga sih bagi saya yang bahasa Inggris-nya tidak lancar," katanya.
Sementara itu, Rodolfo mengaku berharap bisa menemukan harga cendera mata yang lebih murah.
"Barang-barang cendera mata ini oke dan bagus. Tapi kami masih berusaha membuatnya agar lebih murah," kata Rodolfo.
Dia lantas memberi nilai sangat bagus ketika ditanya pendapatnya tentang Solo sebagai tuan rumah ASEAN Para Games. Namun dia belum bisa berkeliling mengunjungi tempat-tempat menarik di Kota Bengawan.
Rodolfo mengaku terkesima dengan fasilitas para penyandang disabilitas yang tersedia di hotel dan mengatakan bahwa makanan Indonesia memiliki banyak kesamaan rasa dengan di Filipina.
"Kami mengonsumsi makanan yang kalian makan juga. Makanan Indonesia dan Filipina memiliki kesamaan, tapi mungkin lebih pedas saja di sini. Kalau soal fasilitas di sini sangat oke. Kami menikmati tinggal di sini," ucapnya.
Editor: Ary Wahyu Wibowo