Hikmah

Muslim Harus Jaga 5 Perkara Ini Sebelum Menyesal di Akhirat

Kastolani · Sabtu, 18 Januari 2020 - 05:30 WIB
Muslim Harus Jaga 5 Perkara Ini Sebelum Menyesal di Akhirat
Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan waktu selama hidupnya untuk taat dan beribadah kepada Allah. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id – Tiap Muslim ingin selamat di dunia maupun akhirat. Karena itu, Muslim harus benar-benar memanfaatkan waktu yang diberikan Allah untuk berbuat kebaikan.

Sebab, waktu tidak akan bisa terulang. Mereka yang lalai dalam hidupnya akan diliputi penyesalan. Allah SWT berfirman dalam Surat Al Ashr:

  وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al Ashr:1-3)

Al-Asr artinya zaman atau masa yang padanya Bani Adam bergerak melakukan perbuatan baik dan buruk.

Mufasir Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan, Malik telah meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam bahwa makna yang dimaksud adalah waktu Asar.

Tetapi pendapat yang terkenal adalah yang pertama. Allah Swt. bersumpah dengan menyebutkan bahwa manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, yakni rugi dan binasa, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh.

Maka dikecualikan dari jenis manusia yang terhindar dari kerugian, yaitu orang-orang yang beriman hatinya dan anggota tubuhnya mengerjakan amal-amal yang saleh. Nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran. Yakni menunaikan dan meninggalkan semua yang diharamkan dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.

Yaitu tabah menghadapi musibah dan malapetaka serta gangguan yang menyakitkan dari orang-orang yang ia perintah melakukan kebajikan dan ia larang melakukan kemungkaran.

Diriwayatkan oleh sahabat Abdullah Ibnu Abbas RA bahwa Baginda Rasulullah SAW bersabda :

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفِرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Manfaatkanlah lima perkara sebelum kamu kedatangan lima perkara (demi untuk meraih keselamatan dunia akhirat). Yakni Masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Sehatmu  sebelum datang sakitmu. Masa kayamu sebelum datang faqirmu. Waktu luangmu sebelum waktu sibukmu. Masa hidupmu sebelum datang kematianmu".

Hujjatul Islam Imam Al Ghazali dalam kitab masterpiece-nya Ihya Ulumuddin, seperti dikutip pecihitam.org mentakhrij (menjelaskan) maksud hadis tersebut.

1. Muda Sebelum Tua

Gunakanlah waktu mampumu untuk taat kepada Allah sebelum datang kepayahan atau masa tua sehingga menyesal karena telah melalaikan perintah Allah.

2. Sehat  Sebelum Sakit.

Memanfaatkan waktu saat diberi nikmat sehat untuk memperbanyak amal ibadah dan kebaikan sebelum datang waktu sakit. Sehingga kelak tidak menyesal saat hari kebangkitan (kiamat) dengan membawa bekal amal yang cukup.

3. Kayamu Sebelum Miskin

Imam Ghazali menjelaskan makna dari memanfaatkan masa kaya ini untuk memperbanyak sedekah kepada fakir miskin dengan harta yang dimiliki, sehingga tidak menjadi fakir di dunia dan akhirat nanti.

4. Waktu Luang Sebelum Sibuk

Manfaatkanlah waktu luang ketika di dunia sebelum sibuk dengan kengerian hari kiamat yang tempat awalnya di alam kubur. Sehingga selamat dari siksa dan kehinaan.

5. Hidup Sebelum Mati

Manfaatkanlah amal selama masa hidup di dunia sebelum datang kematian. Yakni dengan banyak beramal dan ibadah.

Sebab, orang yang sudah mati terputus amalnya dan nyata penyesalannya.

Menurut Imam Ghazali kelima perkara itu memang tidak dirasakan hasilnya namun akan berbuntut penyesalan setelah lima perkara itu yakni, muda, sehat, kaya, waktu luang dan hidup hilang.

Karena itu, Muslim dituntut untuk memanfaatkan waktu atau nikmat yang diberikan Allah di dunia ini untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan dan ibadah.

Wallahu A'lam Bishshawab.


Editor : Kastolani Marzuki