Tausiah

Nauzubillah, Lembah Neraka Jahanam Ini Khusus Bagi Orang yang Suka Riya

Kastolani · Kamis, 11 Juni 2020 - 05:30 WIB
Nauzubillah, Lembah Neraka Jahanam Ini Khusus Bagi Orang yang Suka Riya
Ilustrasi Api neraka (Foto:Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Riya atau pamer merupakan penyakit hati yang harus dihindari tiap Muslim. Sebab, ancaman siksa bagi orang yang suka pamer sangat pedih.

Di era digital ini, orang dengan mudah bisa mengunggah tiap kegiatan amal maupun ibadah yang dilakoninya entah untuk sekadar berbagi atau mencari like maupun ingin dikomentari. Hal itu kadang malah menjerumuskan ke dalam sikap riya atau pamer.

Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

{الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ}

Artinya: Orang-orang yang berbuat ria. (Al-Maun: 6)

Mufasir Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir Ibnu Katsir menerangkan berkaitan dengan ayat tersebut. Dari Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abdullah ibnu Abdu Rabbih Al-Bagdadi, telah menceritakan kepadaku ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab ibnu Ata; dari Yunus, dari Al-Hasan, dari Ibnu Abbas, dari Nabi Saw yang telah bersabda:

"Sesungguhnya di dalam neraka Jahanam benar-benar terdapat sebuah lembah yang neraka Jahanam sendiri meminta perlindungan kepada Allah dari (keganasan) lembah itu setiap harinya sebanyak empat ratus kali. Lembah itu disediakan bagi orang-orang yang riya (pamer) dari kalangan umat Muhammad yang hafal Kitabullah (Alquran) dan suka bersedekah, tetapi bukan karena Zat Allah, dan juga bagi orang yang berhaji ke Baitullah dan orang yang keluar untuk berjihad(tetapi bukan karena Allah Swt)."

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Na im, telah menceritakan kepada kami Al-Amasy, dari Amr ibnu Murrah yang mengatakan bahwa ketika kami sedang duduk di majelis Abu Ubaidah, lalu mereka berbincang-bincang tentang masalah riya.

Maka berkatalah seorang lelaki yang dikenal dengan julukan Abu Yazid, bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Arnr mengatakan bahwa Rasulullah Saw telah bersabda:

"Barang siapa yang pamer kepada orang lain dengan perbuatannya, maka Allah akan memamerkannya di hadapan makhluk-Nya dan menjadikannya terhina dan direndahkan".

Imam Ahmad telah meriwayatkannya pula dari Gundar dan Yahya Al-Qattan, dari Syubah, dari Amr ibnu Murrah, dari seorang lelaki, dari Abdullah ibnu Amr, dari Nabi Saw, lalu disebutkan hal yang semisal.

Termasuk hal yang berkaitan dengan makna firman-Nya: orang-orang yang berbuat ria. (Al-Maun: 6) ialah bahwa barang siapa yang melakukan suatu perbuatan karena Allah, lalu orang lain melihatnya dan membuatnya merasa takjub dengan perbuatannya, maka sesungguhnya hal ini bukan termasuk perbuatan riya.

Dalil yang membuktikan hal ini ialah apa yang telah diriwayatkan oleh Al-Hafiz Abu Yala Al-Mausuli di dalam kitab musnadnya.

Dari Abu Hurairah ra mengatakan ketika aku sedang salat, tiba-tiba masuklah seorang lelaki menemuiku, maka aku merasa kagum dengan perbuatanku. Lalu aku ceritakan hal tersebut kepada Rasulullah Saw, maka Nabi Saw bersabda: "Dicatatkan bagimu dua pahala, pahala sembunyi-sembunyi dan pahala terang-terangan".

Abu Ali alias Harun ibnu Maruf mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Ibnul Mubarak pernah mengatakan bahwa hadis ini adalah sebaik-baik hadis bagi orang-orang yang riya.

Wallahu A'lam.


Editor : Kastolani Marzuki