Nelayan Tegal Protes Pembatasan Kapal Cantrang Hanya di Laut Jawa

Yunibar ยท Jumat, 19 Januari 2018 - 00:30:00 WIB
Nelayan Tegal Protes Pembatasan Kapal Cantrang Hanya di Laut Jawa
Nelayan cantrang Kota Tegal bersiap melaut kembali pascadicabutnya larangan alat cantrang. (Foto: Dok. KORAN SINDO)

TEGAL, iNews.id – Kegembiraan nelayan pascalarangan kapal cantrang melaut dicabut mendadak sirna setelah munculnya kebijakan baru dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang membatasi operasional nelayan hanya boleh menangkap ikan di Laut Jawa.

Kebijakan baru KKP tersebut langsung ditolak nelayan Kota dan Kabupaten Tegal. Mereka bahkan mengancam akan kembali berunjuk rasa dengan massa yang lebih besar jika kebijakan KKP itu tidak segera dicabut.

Para nelayan menilai kebijakan KKP tidak ada dalam pertemuan nelayan dengan Presiden Jokowi saat berunjuk rasa di Jakarta, Rabu (17/1/2018). Menurut para nelayan, dalam pertemuan antara nelayan, Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti dan Presiden Jokowi, tidak ada batasan wilayah melaut bagi kapal cantrang.

“Saat pertemuan dengan Presiden Jokowi sama sekali tidak membatasi wilayah operasi kapal cantrang. Saat itu, Presiden Jokowi menyetujui cantrang diperpanjang tanpa batasan waktu,” kata Juru bicara Aliansi Nelayan Indonesia (Anni), Hadi Santoso di Tegal, Jawa Tengah, Kamis (18/1/2018).

Karena itu, kata dia, nelayan mengancam akan melakukan aksi demonstrasi lebih besar di Jakarta jika KKP tidak mengubah aturan tersebut.Terkait tudingan Menteri Susi bahwa banyak ukuran gross ton kapal cantrang yang tidak sesuai dengan aturan, Hadi menegaskan, nelayan justru telah melakukan verifikasi berat kapal. “Kalau KKP mau melakukan verifikasi ulang gross ton kapal, kami siap-siap saja,” tandasnya.

Salah satu nelayan cantrang, Sutrisno mengaku sangat menyayangkan aturan pembatasan kapal cantrang yang hanya boleh melaut sampai di pantai utara Jawa. Mereka tetap menginginkan cantrang dilegalkan secara nasional. “Kalau sampai di pantai utara Jawa sama saja bohong, karena hasil tangkapan jelas akan sedikit,” ucapnya.

Menurut dia, selama ini hasil uji petik dari lima lembaga di antaranya Dinas Kelautan Pemprov Jateng, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tegal, sejumlah media dan akademisi dari IPB menyatakan cantrang ramah lingkungan.

Sementara pantauan iNews.id di lapangan, meski telah diperbolehkan melaut, ratusan kapal cantrang masih bersandar di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari Kota Tegal. Mereka masih menunggu surat izin berlayar dan surat layak operasi. Kini sebagian nelayan cantrang masih melakukan perbaikan kapal. Para nelayan cantrang diperkirakan kembali melaut mulai awal Februari mendatang.

Editor : Kastolani Marzuki