Nyambi Jadi Pengedar Tembakau Gorila, Pengemudi Ojol Diamankan Polda DIY

Antara ยท Kamis, 26 Desember 2019 - 13:17 WIB
Nyambi Jadi Pengedar Tembakau Gorila, Pengemudi Ojol Diamankan Polda DIY
Ilustrasi narkoba. (Foto: Dok/iNews)

SLEMAN, iNews.id – Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis tembakau gorila dari tangan seorang pengemudi ojek online atau ojol. Pelaku disebut polisi sebagai pengedar.

Pelaku yang berinisial EF ditangkap polisi pada 18 Desember 2019 lalu di rumah kontrakan di kawasan Condongcatur, Sleman. Dari tangan tersangka polisi menyita 156,22 gram tembakau gorila yang siap diedarkan.

“Barang itu siap diedarkan pelaku pada Natal dan tahun baru ini,” kata Wakil Direktur Ditresnarkoba Polda DIY AKBP Bakti Andriyono saat jumpa pers di Mapolda DIY, Kamis (26/12/2019).

Dari keterangan tersangka, polisi mengatakan bahwa pelaku memesan barang tersebut melalui media sosial dengan sistem bertemu di tempat. Polisi mengatakan sehari-hari pelaku bekerja sebagai pengemudi ojol.

“Sembari mengemudikan ojek dia mengedarkan tembakau gorila. Pelaku mengatakan memesan barang itu sebanyak dua kali melalui media sosial. Dia mengaku biasanya dipakai sendiri, tapi kali ini dia berencana mengedarkannya,” kata Bakti.

Polisi masih mendalami lebih lanjut mengenai asal muasal barang haram itu. Atas perbuatannya, EF dijerat dengan pasal 122 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Permenkes RI Nomor 44 Tahun 2019 dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.

Penangkapan terhadap pengemudi ojol menyambi kurir narkoba itu merupakan pegembangan kasus penangkapan INR (32) yang hendak mengedarkan psikotropika dan obat-obatan terlarang daftar G. Menurut Bakti, INR yang merupakan warga Condongcatur, Depok, Sleman hendak menggunakan obat itu untuk dikonsumsi sendiri sebagian dan sebagian lainnya diedarkan.

INR ditangkap pada 23 Desember 2019, saat dirinya hendak mengambil paket yang ia pesan melalui media sosial di sebuah jasa pengiriman barang di Umbulharjo, Yogyakarta. Dari tangan INR polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti psikotropika dan obat terlarang daftar G, yakni 122 butir alprazolam, 49 butir riklona, 184 butir dexa, 184 butir tramadol, dan 3.144 butir trihexipenidyl.

INR dijerat dengan pasal 62 Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. "Tersangka juga sudah mengemas 10 butir trihexipenidyl untuk dijual seharga Rp30 ribu," kata dia.


Editor : Rizal Bomantama