Orang Tua Masih Tak Percaya Rindata Telah Tiada karena Difteri

Dedy Priyanto ยท Jumat, 15 Desember 2017 - 13:19 WIB
Orang Tua Masih Tak Percaya Rindata Telah Tiada karena Difteri
Alm Muhamad Rindata Adi Nugraha yang meninggal dunia akibat penyakit difteri. (iNews/Edy Priyanto)

SEMARANG, iNews.id – Balita warga Desa Sambungsari, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng), yang meninggal akibat penyakit difteri telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Orang tua Muhamad Rindata Adi Nugraha tidak kuasa menahan sedih setelah anak pertamanya tiada.

Darmadi, ayah Muhamad Rindata Adi Nugraha mengatakan, sebelum dipastikan positif difteri oleh dokter, anaknya mengeluh sakit di tenggorokan dan badannya panas. Dia sempat membawa Muhamad Rindata ke dokter dan diberi obat, namun panasnya tidak turun.

Karena kondisinya semakin menurun, Muhamad Rindata dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri Kendal untuk penanganan lebih lanjut. Dokter di RSI Kendal menyarankan agar dia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat yang fasilitasnya lebih lengkap.

Di tempat rujukan, kondisinya semakin menurun meskipun sudah ditangani dengan baik. Muhamad Rindata akhirnya meninggal dunia, Rabu, 13 Desember 2017. Jenazah bocah berusia empat tahun itu pun langsung dimakamkan di hari yang sama.

“Gejala awal anak saya sakit tenggorokan, susah menelan, lalu telinga sakit dan ingus terus keluar. Sebelum drop, anak saya gelisah, terus mengigau, sama mamanya juga sudah tidak tahu,” ucap orang tua korban Darmadi.

Dia mengatakan, keluarga sudah berusaha memberikan penanganan yang terbaik dengan merujuk ke rumah sakit yang lebih besar dan lengkap. “Kami tidak tahu awalnya kalau anak kami mengalami difteri. Namun, sekarang seluruh anak-anak dan masyarakat di sini sudah diimunisasi,” kata Darmadi yang juga seorang perangkat desa di kampungnya.

Sementara pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal mengingatkan, penyakit yang disebabkan bakteri ini rawan menular. Warga khususnya yang mempunyai anak balita, diimbau untuk menjaga kondisi tubuh dan menggunakan masker untuk mencegah penyebaran bakteri melalui udara.
Dinkes juga langsung melakukan penyuntikan vaksin difteri massal untuk mencegah penularan bakteri difteri. Vaksinasi dilakukan kepada anak-anak usia balita yang tinggal di sekitar rumah pasien yang meninggal.


Editor : Himas Puspito Putra