Orang Utan di Waduk Gajah Mungkur Serang Pawang hingga Luka-luka

Dwi Soewanto ยท Sabtu, 20 Januari 2018 - 17:02 WIB
Orang Utan di Waduk Gajah Mungkur Serang Pawang hingga Luka-luka
Kondisi pawang orang utan, yang dirawat di IGD RSUD Wonogiri, Jawa Tengah. (Foto: iNews/Dwi Soewanto)

WONOGIRI, iNews.id – Seekor orang utan jantan Koleksi Taman Satwa Waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng), menyerang pawang yang merawatnya setiap hari, Sabtu (20/1/2018). Akibat serangan primata itu, sang pawang harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami patah lengan dan menderita banyak luka gigitan.

Hingga Sabtu siang, Tono, pawang orang utan di Taman Satwa Waduk Gajah Mungkur ini masih menjalani perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Wonogiri. Lelaki 56 tahun ini mengalami patah lengan dan luka-luka di tangan akibat gigitan Jacko, orang utan yang biasa dirawatnya.

Insiden penyerangan orang utan ini terjadi Sabtu pagi, sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, seperti biasa, Tono hendak memandikan Jacko dengan semprotan selang dari luar kandang. Tiba-tiba tangan sang pawang ditarik dari salah satu lubang kandang bagian atas, kemudian dicengkeram. Jacko kemudian mennggigit tangan Tono berkali-kali. “Dari lubang kandang itu memang, orang utan itu bisa mengeluarkan tangannya,” ujar Tono saat ditemui di RSUD Kabupaten Wonogiri.

Meskipun korban berusaha meronta untuk melepaskan tangannya yang dicengkeram dan digigit, orang utan tersebut tidak mau melepaskannya. Cengkeraman primata tersebut baru dilepaskan setelah salah satu rekan korban datang dan menghalaunya dengan menyemprotkan air ke muka Jacko. Setelah itu, Tono langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Sementara itu, usai kejadian penyerangan terhadap perawatnya, pihak pengelola Taman Wisata Waduk Gajah Mungkur langsung membenahi jeruji kandang agar tidak membahayakan pengunjung. Pengelola menduga orang utan tersebut sedang birahi sehingga menjadi liar dan menyerang pawang.

Kepala Bagian Retribusi Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur, Misgianto mengatakan, orang utan jantan bernama Jacko ini merupakan titipan Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) sejak lima tahun silam. Pengelola wisata Waduk Gajah Mungkur telah mengajukan permohonan kepada BKSDA agar menambah seekor orang utan betina lagi untuk dipasangkan dengan Jacko. “Sudah dicari, tapi sampai saat ini orang utannya belum dapat untuk dipasangkan dengan Jacko,” ujar Misgianto.


Editor : Maria Christina