Ormas dan Warga Bentrok di Magelang, Polisi Lepaskan Gas Air Mata

Antara ยท Senin, 22 April 2019 - 07:38:00 WIB
Ormas dan Warga Bentrok di Magelang, Polisi Lepaskan Gas Air Mata
Bentrokan massa warga dan kelompok ormas di Magelang. (Foto: Twitter)

MAGELANG, iNews.id – Tawuran antara kelompok warga dan organisasi masyarakat (ormas) pecah di Jalan Tidar Magelang, tepatnya di depan Bank Magelang, Minggu (21/4/2019) malam. Dalam peristiwa itu, aparat keamanan melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan tawuran tersebut.

Informasi yang dirangkum, awalnya puluhan massa ormas Gerakan Pemuda Kabah (GPK) bergerak dari Kampung Baben berjalan kaki dengan membawa senjata tajam berupa pedang, clurit, golok dan sejumlah balok kayu. Mereka menuju RSUD Tidar untuk menengok rekannya yang dirawat akibat berkelahi dengan anggota Pemuda Pancasila (PP) pada Minggu dini hari.

Namun sesampainya di depan Bank Magelang, ratusan warga yang diduga dari Paten Jurang telah menghadang di simpang empat Pasar Rejowinangun. Tawuran pun terjadi dengan aksi lempar batu dan botol. Massa GPK yang tersulut emosi membalas melempar batu dan botol, serta mencabut papan rambu-rambu yang berada di sepanjang Jalan Tidar.

Polisi berusaha membubarkan massa dengan mengeluarkan tembakan peringatan puluhan kali, namun massa tidak mau menghentikan aksi tawuran. Aksi tawuran berhasil dibubarkan setelah ratusan personel Dalmas dan polisi menembakkan gas air mata dan merangsek ke dua kubu untuk menyingkir.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Idham Mahdi didampingi Kasat Reskrim AKP Rinto Sutopo dan Kasat Intelkam AKP Danang terlihat menenangkan Ketua GPK Zaenal Arifin. Massa GPK akhirnya mau mundur dan berkumpul di depan RSUD Tidar

Setelah negosisasi antara GPK dan polisi, massa akhirnya mau kembali ke markasnya di Baben dengan berjalan kaki melewati Jalan Tidar-Jalan Ikhlas. Mereka dikawal puluhan polisi bersenjata lengkap.

Sementara dua truk Kodim 0705/Magelang terlihat langsung bersiaga dan ratusan personel Dalmas menyeterilkan Jalan Tidar. Terlihat bekas tawuran yakni pecahan botol, kayu dan batu di pinggir jalan.

Kapolres Magelang Kota kemudian meminta Ketua GPK untuk memulangkan anak buahnya dengan menggunakan truk Dalmas dan TNI. Namun Ketua GPK menolak untuk menaiki truk. Ketua GPK memaksa untuk berjalan kaki menuju markas GPK di Baben. Selanjutnya massa GPK dikawal secara ketat oleh personel Dalmas dan TNI dengan berjalan kaki. 

Editor : Donald Karouw