Pak Dirman Beri Dukungan Moril Siswi yang Dipecat dari SMAN 1 Semarang

Dony Aprian ยท Minggu, 04 Maret 2018 - 07:46 WIB
Pak Dirman Beri Dukungan Moril Siswi yang Dipecat dari SMAN 1 Semarang
Pak Dirman saat mengunjungi dan berbincang dengan Anin soal kasus dalam dunia penididikan yang menderanya. (Foto: istimewa)

SEMARANG, iNews.id – Persoalan dua siswa asal SMAN 1 Semarang Anindya Helga dan Muchammad Afif Ashor menarik simpati berbagai pihak. Tak terkeculai calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said. Pak Dirman, sapaan akrabnya menyempatkan waktu mengunjungi kediaman Anin, siswi yang dipecat atau dikeluarkan dari sekolahnya, di Jalan Selomoyo Mukti Barat, Semarang, Sabtu (3/3/2018) malam.

"Saya harus mendalami ini semua. Tapi secara sepintas saya ingin mengingatkan, pendidikan tidak hanya untuk membangun pengetahuan, tetapi juga kreatifitas dan inisiatif anak-anak," kata Pak Dirman.

Dia melanjutkan, keseimbangan antara pendidikan di ruang kelas dan organisasi penting dijaga. Tindakan yang terlalu keras terhadap aktivitas organisasi akan membuat mereka terganggu dalam pengembangan kreativitas. "Jadi tetap harus dilihat hati-hati. Tapi bagaimana pun yang diutamakan harus kepentingan siswa," ucapnya.

Menurut Pak Dirman, jika terbukti ada kasus bullying, memang harus ada tindakan. Tetapi, sosok yang berhasil membubarkan Petral menegaskan, harus kembali pada apa yang yang menjadi spirit pendidikan. Yakni, selain membangun pengetahuan juga harus membangun sikap dan perilaku.

"Pengembangan keterampilan kreatifitas cara mereka memperoleh kecakapan hidup (liveskills) dan berorganisasi, termasuk bagian pembangunan sikap (attitute dan perilaku. Jadi harus ada keseimbangan," ujar calon gubernur nomor urut dua tersebut.

Pak Dirman juga menilai, sudah waktunya bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk mengambil tindakan dalam proses pengalihan pengelolaan SMA dan SMK. "Karena selain soal bully, ada banyak persoalan lain banyak yang sering melilit SMA dan SMK. Saya rasa apa ini adalah alarm bagi semua, khususnya di dunia pendidikan," kata sosok menteri yang membongkar kasus ‘Papa Minta Saham’ itu.

Pak Dirman berpesan kepada Anin, semua ujian yang dialaminya harus dihadapi. "Ini harus dinikmati. Karena tidak semua orang mendapat atau dihadapkan persoalan seperti ini. Yang menimpa Anin ini bisa menjadi inspirasi bagi semua, jangan pantang menyerah menegakkan kebenaran," katanya.

Dia menuturkan, kunjungannya kali ini bukan bukan urusan pilkada, namun menyangkut dan kemanusiaan. "Karena saya pernah mengalami kejadian hampir sama, ujian dalam pendidikan. Kalau saya lebih ke soal pembayaran. Saya merasakan betul ketika sedang semangat-semangatnya belajar terus ujian besar menghadang," ucapnya.

Setelah ngobrol beberapa saat, Pak Dirman bertanya lebih jauh soal Anin. Dan juga menyinggung soal umur. Ternyata keduanya memiliki tanggal dan bulan lahir yang aama, yakni 16 April. "Wah, serba kebetulan. Semoga Anin mendapat kemudahan dan kekuatan dalam kejadian ini," tuturnya.

Sementara itu Anin berharap dapat mengikuti jejak Pak Dirman dalam menempuh jenjang pendidikan serta karir. "Setelah saya melihat sendiri, saya meyakini pak Dirman orang yang bijak. Ingin rasanya meniru jejak beliau," ucapnya.

Sebelumnya diketahui, Anin dan Afif dikeluarkan dari sekolahnya  pada 6 dan 7 Februari 2018. Pihak sekolah menduga keduanya melakukan tindak kekerasan dan bullying dalam proses kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDK) OSIS. Namun baik Anin maupun Afif merasa tidak melakukan apa yang dituduhkan pihak sekolah.


Editor : Donald Karouw