Panduan Khutbah Idul Fitri Singkat di Rumah: Kesabaran di Masa Covid-19

Kastolani · Kamis, 21 Mei 2020 - 05:30 WIB
Panduan Khutbah Idul Fitri Singkat di Rumah: Kesabaran di Masa Covid-19
Muslim melaksanakan salat Idul Fitri di lapangan. (Foto: Dok.iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Lembaga Dakwah PBNU menerbitkan materi khutbah Sholat Idul Fitri sebagai bentuk kepekaan dan tanggung jawab LD-PBNU terhadap masyarakat. Khutbah yang mencirikhaskan ibadah shalat idul fitri ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga tidak ada khutbah shalat idul fitri di masjid/lapangan.

Sebab wabah Covid-19 masih menyelimuti Indonesia dan dunia. Penerbitan panduan ini merupakan upaya LD-PBNU mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Tentu akan menjadi sebuah pertanyaan, bagaimana khutbah yang biasa dilakukan? apakah boleh tanpa khutbah? atau bagaimana? Lembaga dakwah PBNU menyadari keresahan yang terjadi di masyarakat perihal permasalah khutbah shalat idul fitri. Oleh karena itu LD-PBNU menerbitkan panduan khutbah shalat idul fitri untuk dilaksanakan di rumah masing-masing.

Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH Agus Salim menyampaikan rasa perhatian dan tanggung jawab kepada para kaum muslimin dan menerbitkan panduan dan materi khutbah shalat idul fitri di masa Covid-19.

“Kami menyiapkan materi khutbah yang sesuai dengan kondisi pelaksanaan shalat idul fitri dengan durasi singkat tapi memenuhi syarat dan rukun khutbah tersebut.” katanya

Dia menjelaskan, hukum khutbah shalat idul fitri adalah sunah. Bagi yang shalat Idul fitri di rumah secara terbatas bersama keluarga dan merasa tidak mampu untuk menyampaikan khutbah meski hanya standar minimalis. “Baca Alhamdulillah, Shalawat, Wasiat Taqwa, Ayat Al-Qur’an, dan Do’a mohon ampunan) maka tidak apa-apa shalat idul fitri tanpa khutbah,” ujarnya.

Berikut materi khutbah shalat Idul Fitri di rumah yang diterbitkan
Lembaga dakwah PBNU:

Setelah selesai shalat sunah idul fitri langsung dilanjutkan dengan dua khutbah

1. Melaksanakan Khutbah Pertama dengan Alhamdulillah

KHUTBAH 1

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ.

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ.

وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ: اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

2. Membaca ayat suci Al-Qur’an

Allah Swt. Berfirman:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

3. Memberikan pesan takwa

Saudaraku dan keluargaku

Tujuan utama perintah Puasa Ramadhan adalah agar kita menjadi orang yang bertaqwa.

Dalam kondisi apapun, senang maupun susah, lapang atau sempit, kita wajib berusaha untuk menjadi orang yang bertaqwa.

Walaupun dalam kondisi karantina yang sudah berjalan 2 bulan ini, mari kita terus meningkatkan ketaqwaan dan kesabaran.

Ketaqwaan dan kesabaran adalah modal utamauntuk menghadapi kondisi pandemi saat ini.

Taqwa adalah istiqomah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Allah SWT telah berjanji, bahwa barangsiapa bertaqwa pasti akan diberikan solusi dan jalan keluar atas segala persoalan kehidupan, termasuk pandemi virus 19 ini.

Kesabaran sangat perlu kita pupuk, karena ujian akan berakhir dengan kemuliaan jika diiringi dengan kesabaran.

Para Kekasih Allah yaitu para Nabi dan orang–orang saleh banyak menghadapi ujian berat, dengan kesabaran yang kuat, akhirnya mereka mendapat kemuliaan disisi Allah SWT.

Misalkan :

Nabi Yunus, dikarantina di perut ikan, akhirnya mendapati umatnya bertaubat.

Nabi Yusuf dikarantina di penjara, akhirnya keluar menjadi Nabi dan Raja.

Nabi Muhammad SAWmelakukan karantina di Gua Hira selama 40 hari, akhirnya diwahyukan surat al-’Alaq yang bisa membawa cahaya dan rahmat  bagi seluruh alam.

Bercermin dari para kekasih Allah di atas, kita harus bersabar dan selalu memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT.

Semoga kita mendapat ampunan dan kemulian dari Allah setelah pandemi covid-19 ini.
Demikian:

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَ لَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ .أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَ لَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ.

إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ.

4.Duduk Sebentar

1. Berdiri untuk Khutbah kedua

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ(4×) اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا
 وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ.

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أمَّا بَعْدُ:  فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ.

وَقَالَ تَعاَلَى: اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ الاَحْيَآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَسُوْءَ اْلفِتنَ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

6. Berdoa

Ya Allah, ampunilah kami, ampuni kedua orang tua kami, ampuni anak-anak kami dan ampuni saudara-saudara kami sesama muslim. Lindungi kami dari penyakit, musibah dan fitnah. Dan berikan kami kebaikan dunia dan akhirat.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.


Editor : Kastolani Marzuki