Para Pengamen di Semarang Kaget Didatangi Pria-Pria Berbadan Tegap

Taufik Budi ยท Jumat, 22 Mei 2020 - 20:12 WIB
Para Pengamen di Semarang Kaget Didatangi Pria-Pria Berbadan Tegap
Para pengamen di Kota Semarang, Jateng, mendapat paket sembako dari sejumlah anggota polisi yang tergabung dalam alumni Wira Sidik Wicaksana (WSW), Jumat (22/5/2020). (Foto: iNews/Taufik Budi)

SEMARANG, iNews.idPengamen-pengamen di jalan raya Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), kaget ketika didatangi pria-pria berbadan tegap, Jumat (22/5/2020). Sembari membawa peralatan musik dan atribut mengamen, mereka bersiap kabur karena khawatir terjaring razia.

Mereka urung kabur ketika pria-pria tegap yang rupanya anggota polisi itu meneriaki agar mereka tetap di tempat. Ternyata, mereka tidak bermaksud untuk menangkap pengamen, melainkan mengeluarkan beberapa tas untuk dibagikan. Tas itu berisi paket-paket sembako untuk kebutuhan Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah.

“Sempat kaget, takut juga. Dikiranya ada razia, makanya siap-siap untuk kabur. Ternyata malah dikasih sembako, lumayan bisa untuk keperluan Lebaran,” kata Sukarjo, pengamen yang mengenakan pakaian tradisional dan topeng monyet, Jumat (22/5/2020).

Masa pandemi Covid-19, menyurutkan penghasilan para pengamen. Sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) tak banyak kendaraan melintas. Hanya beberapa hari terakhir kendaraan di jalan raya cukup ramai, yang diduga hendak berbelanja untuk kepentingan Lebaran.

“Kan tinggal sebentar lagi masuk Lebaran, jadi kebutuhan semakin besar. Alhamdulillah dapat bantuan ini, semoga menjadi amal baik bagi Bapak-Bapak ini,” katanya.

Paket-paket sembako itu dihimpun oleh sejumlah anggota polisi yang tergabung dalam alumni Wira Sidik Wicaksana (WSW). Terdapat sekira 300 paket sembako yang dibagikan masyarakat terdampak Covid-19 serta panti asuhan dan yatim piatu di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang.

"Bantuan diperuntukan bagi kaum duafa, panti asuhan, yatim piatu juga masyarakat sekitar yang tingkat ekonominya rendah,” kata Kasubdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Jateng, Iptu Agus Hartanto.


Editor : Maria Christina