Para Siswa Baru Ini Masuk Kelas Hanya 3 Jam untuk Pengenalan Sekolah

Sindonews, Taufik Budi ยท Senin, 13 Juli 2020 - 11:40:00 WIB
Para Siswa Baru Ini Masuk Kelas Hanya 3 Jam untuk Pengenalan Sekolah
Siswa baru SMK Negeri 1 Jepon Blora menjalani wajib masuk sekolah untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). FOTO : IST menjalani wajib masuk sekolah untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). (Foto: Istimewa)

BLORA, iNews.id - Siswa baru SMK Negeri 1 Jepon Blora tahun pembelajaran 2020/2021 menjalani wajib masuk sekolah untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Namun, keberadaan siswa di sekolah hanya 3 jam setelah itu melanjutkan MPLS dengan cara daring (online).

Kepala SMK Negeri 1 Jepon Blora Miftahul Ulum, mengatakan, MPLS menggunakan pola kombinasi daring dan luring (tatap muka). Luring untuk memastikan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dapat diikuti dan dilaksanakan oleh siswa.

“Pembelajaran jarak jauh akan dilaksanakan di awal tahun pembelajaran 2020/2021, kita harus bisa memastikan ketersiapan peserta didik. MPLS ini kita gunakan untuk melakukan identifikasi kesiapan siswa," ujar Miftahul Ulum saat menyampaikan pembukaan MPLS 2020 di laboratorium Teknik Pengelasan SMK Negeri 1 Jepon, Senin (13/7/2020).

Dia menyampaikan MPLS dilaksanakan selama tiga hari dengan pembagian waktu sehari luring dan sisanya daring. Sebanyak 212 siswa baru akan digilir untuk mengikuti MPLS tatap muka di sekolah agar tak terjadi penumpukan.

"Jadi siswa baru ini mengikuti MPLS di skeolah mulai hari ini pukul 07.00 - 10.00 WIB. Besok pada jam yang sama diikuti oleh siswa baru dari jurusan berbeda. Kita gilir," katanya.

Menurutnya, MPLS juga digunakan untuk sarana sosialisasi kehidupan baru di bidang pendidikan yang harus dijalani siswa jika sekolah sudah mulai dibuka normal.

"Kabupaten Blora merupakan zona dengan risiko rendah penularan Covid-19, sehingga secara bertahap sekolah harus mempersiapkan diri untuk tatanan hidup baru khususnya di sekolah," katanya.

Ketua Panitia MPLS SMK Negeri 1 Jepon Blora, Luthfi menambahkan, meski hanya menjalani tatap muka selama tiga jam, protokol kesehatan secara ketat diterapkan. Protokol kesehatan ini juga bertujuan membiasakan peserta didik dengan tatanan kehidupan baru dan memastikan kesehatannya.

Tempat duduk setiap peserta didik ditata dengan menerapkan jaga jarak masing-masing satu meter. Selain itu, mereka wajib mengenakan face shield dan dipastikan suhu tubuhnya tak lebuh dari 37,5 derajat Celsius.

"Penanaman kedisiplinan peserta didik melalui penerapan protokol kesehatan pada kegiatan MPLS ini, diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat akan pentingnya kebiasaan hidup bersih. Peserta didik akan menjadi pembawa virus kebaikan di masyarakat," kata Lutfhi.

Editor : Nani Suherni