Pasien Corona RSUP Dr Kariadi Nekat Pulang, Satu Kampung di Grobogan Diisolasi

Rustaman Nusantara ยท Rabu, 15 April 2020 - 11:45 WIB
Pasien Corona RSUP Dr Kariadi Nekat Pulang, Satu Kampung di Grobogan Diisolasi
Penutupan jalan menuju Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah (Jateng). (Foto: iNews/Rustaman Nusantara)

GROBOGAN, iNews.id - Pasien dalam pengawasan (PDP) RSUP Dr Kariadi Semarang yang pulang kampung ke Grobogan, Jawa Tengah dijemput tim medis pada Selasa (14/4/2020). Akibat ulah pasien ini, semua warga kampung di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Grobogan harus menjalani isolasi.

Pada Selasa (14/4/2020), petugas medis dari RSUP Dr Kariadi menjemput pasien berinisila YA dengan dua ambulans. Sontak kedatangan tim medis membuat warga kaget dan penasaran untuk mengetahui kejadian sebenarnya. YA yang berprofesi sebagai petugas keamanan di RSUP Dr Kariadi tersebut langsung memasuki mobil ambulans.

Perangkat Desa Panunggalan Nur Faizin menjelaskan YA terpaksa pulang ke rumah karena menghadiri acara 40 hari meninggal ibunya. Selama empat hari di rumah, YA sempat berkumpul untuk menonton olah raga voli pemuda setempat.

Nur menambahkan, YA sempat memberikan penjelasan kepada pihak desa bahwa kepulangannya atas izin rumah sakit. Setelah kondisi membaik dan dinyatakan negatif, YA diperbolehkan menjalani isolasi mandiri di kosan.

"Dia (YA) ngaku diizinkan isolasi mandiri. Tapi karena orangtua ada pengajian 40 hari orangtuanya dia pulang ke sini tapi katanya sudah dapat izin dari rumah sakit," ucapnya.

Nur menjelaskan, beberapa orang yang kontak langsung dengan YA sudah melakukan isolasi mandiri. Dinas kesehatan juga melakukan tracing sejumlah warga yang berdekatan dengan pasien tersebut.

"Untungnya yang berdekatan itu sudah langsung tahu dan langsung mengisolasi mandiri," ujar Nur.

Menurut Nur, kepala Desa Panunggalan sudah memerintahkan warga untuk menutup seluruh akses jalan keluar masuk wilayahnya. Beberapa jalan perbatasan saat ini sudah dijaga petugas untuk mengantisipasi adanya warga luar masuk.

"Tadi sudah dibahas pak Kades, katanya untuk warga juga tidak boleh keluar rumah dulu," ucapnya.


Editor : Nani Suherni