Pasien Covid-19 di Semarang Raya Melonjak, Ganjar: Saya Usul RS Arisan Ruang ICU

Ahmad Antoni, Sindonews ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 01:00 WIB
Pasien Covid-19 di Semarang Raya Melonjak, Ganjar: Saya Usul RS Arisan Ruang ICU
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memimpin rapat dengan direktur rumah sakit terkait evaluasi penanganan pasien Covid-19, Selasa (7/7/2020). (Foto: Istimewa)

SEMARANG, iNews.id – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengusulkan pengelola rumah sakit di Semarang Raya arisan ruang ICU untuk menampung lonjakan pasien Covid-19. Usulan itu dikemukakan Ganjar saat rapat dengan sejumlah pengelola rumah sakit yang khawatir dengan melonjaknya pasien Covid-19 di Gedung A lantai 2 Kantor Gubernur Jateng, Selasa (7/7/2020).

Dalam rapat tersebut, Ganjar menawarkan dua solusi. Pertama, Ganjar menawarkan adanya rumah sakit khusus Covid-19, yakni Rumah Sakit Bung Karno Surakarta.

"Atau saya usul, rumah sakit di Semarang Raya ini melakukan arisan ruang ICU. Caranya bagaimana, masing-masing rumah sakit bisa menambah satu atau dua ruang ICU untuk menangani ini," kata Ganjar.

Menurutnya, solusi ini yang paling memungkinkan untuk dilaksanakan khususnya di rumah sakit seluruh daerah di Semarang Raya. Untuk itu, dirinya meminta seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 di Semarang Raya segera merealisasikan solusi itu.

"Daripada satu rumah sakit membuat khusus, kan fasilitasnya besar. Ya sudah nambah saja, rumah sakit ini tambah satu, yang lain tambah dua atau tiga dan seterusnya. Kalau semua melakukan khususnya yang di Semarang Raya ini, maka ruang ICU nya jadi tambah banyak," katanya.

Pengelola RSUP Kariadi Semarang, Mukhlis mengaku khawatir, ruang ICU yang tersedia tidak mencukupi untuk menampung pasien Covid-19, ditambah pasien lain yang juga cukup besar menggunakan ruang gawat darurat.

"Dengan jumlah pasien Covid-19 yang tinggi, kami khawatir ruang ICU tidak mencukupi. Sekarang saja di rumah sakit kami, ada pasien yang tidak kebagian ruang ICU,” katanya.

Padahal, kata dia, selain pasien Covid-19, RSUP Kariadi juga melayani pasien umum lainnya.

Hal senada disampaikan pengelola rumah sakit lainnya. Mereka meminta ada solusi untuk menangani persoalan ini, karena dikhawatirkan pelayanan di ICU akan terganggu.


Editor : Kastolani Marzuki