Pelantikan Presiden Jokowi, 1.152 Siswa dan Guru SMA 1 Kendal Bentuk Konfigurasi Merah Putih dengan Lampu HP

Eddie Prayitno ยท Senin, 21 Oktober 2019 - 02:06 WIB
Pelantikan Presiden Jokowi, 1.152 Siswa dan Guru SMA 1 Kendal Bentuk Konfigurasi Merah Putih dengan Lampu HP
Sebanyak 1.152 siswa dan guru SMA 1 Kendal membentuk konfigurasi bendera Merah Putih dengan cahaya HP sebagai ungkapan atas pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: iNews.id/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id – SMA Negeri 1 Kendal mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) atas keberhasilannya membuat konfigurasi bendera Merah Putih menggunakan handphone (HP) yang melibatkan 1.152 siswa sekolah itu.

Konfigurasi bendera Merah Putin dengan cahaya dari lampu HP atau telepon selular ini juga sebagai ungkapan dan tanda selamat atas pelantikan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.

BACA JUGA: Jokowi-Ma'ruf Amin Dilantik, Relawan KBJ Solo Cukur Gundul dan Gelar Syukuran

Konfigurasi bendera Merah Putih tidak hanya satu gerakan sehingga terlihat indah dan menarik. Selain membntuk konfigurasi Merah Putih, para siswa juga bersama-sama sambil menyanyikan 19 lagu nasonal.

Kepala SMA Negeri 1 Kendal, Yuniarsih mengatakan, menanamkan karakter dan nilai kebangsaan kepada anak-anak tidak bisa secara langsung. “Butuh keterlibatan langsung siswa agar tertanam pendidikan moral melalui kegiatan sehari-hari,” kata dia, Minggu (20/10/2019).

Dia mengatakan, teknologi yang berkembang saat ini jika tidak dimanfaatkan dengan baik dan bijak akan mengesampingkan karakter dan moral anak.

“Dengan konfigurasi menggunakan gawai inilah anak-anak bisa memanfaatkan teknologi dengan bijak dan menumbuhkan rasa kebangsaan yang lebih baik,” ujarnya.

BACA JUGA: Sambut Hari Santri Nasional, Puluhan Ribu Santri di Kendal Ikuti Kirab Resolusi Jihad

Ketua Umum Leprid Paulus Pangka mengatakan, aksi konfigurasi bendera Merah Putih dengan telepon selular ini sebagai bentuk gerakan moral kebangsaan.

“Prestasi ini mengajak warga negara untuk mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memanfaatkan teknologi secara bijak,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki