Pemkot Pekalongan Larang Korban Banjir Minta Bantuan di Jalan

Nani Suherni ยท Kamis, 27 Februari 2020 - 10:22 WIB
Pemkot Pekalongan Larang Korban Banjir Minta Bantuan di Jalan
Pengungsi banjir Pekalongan (Foto: Istimewa)

PEKALONGAN, iNews.id - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) mengimbau korban banjir tidak meminta bantuan di jalan. Tindakan tersebut melanggar Perda Kota Pekalongan No 5 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P2KB) Kota Pekalongan Budiyanto menuturkan, tengah berupaya membantu korban banjir. Sarana dan prasarana evakuasi, tempat  dan dapur umum telah disiapkan.

"Saya mengimbau agar para warga terdampak banjir tak meminta-minta di jalan. Mari ke dapur umum dan komunikasikan dengan baik mulai dari tingkat RT RW dan kelurahan," ujarnya, dilansir situs resmi Pemprov Jateng, Kamis (27/2/2020).

Budiyanto menegaskan, meminta-minta di jalan akan mengganggu lalu lintas dan rawan disalahgunakan. Untuk menertibkan, Pemkot Pekalongan menyiagakan Satpol PP di setiap wilayah.

Dia memastikan, tidak ada upaya mempersulit penyaluran bantuan. Koordinasi di tiap kelurahan juga sudah ditingkatkan agar warga terdampak banjir yang tak mengungsi pun bisa mendapatkan bantuan makanan dan kesehatan. Salah satunya membuat dapur umum.

“Jika ada dapur umum mini akan dipasok logistik. Bantuan untuk para pengungsi kami berikan, tetapi ada pula warga terdampak banjir (tidak mengungsi) yang mungkin merasa kurang sehingga meminta-minta di jalan,” katanya.

Diketahui, banjir merendam 11 desa di Pekalongan karena Sungai Bremi meluap disusul hujan deras pada Senin (24/2/2020). Akibatnya, 1.176 warga mengungsi ke Stadion Hoegoeng di Kota Pekalongan dan Pos Pengungsian Dunpatex di Kabupaten Pekalongan.


Editor : Nani Suherni