Pemkot Semarang Bagikan Alat Bantu pada 45 Penyandang Disabilitas

Andik Sismanto ยท Kamis, 28 Desember 2017 - 23:12 WIB
Pemkot Semarang Bagikan Alat Bantu pada 45 Penyandang Disabilitas
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mengenakan sepatu affo kepada salah satu penyandang disabilitas. (Foto: iNews.id/Andik Sismanto)

SEMARANG, iNews.id –  Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memberikan sejumlah bantuan kepada 45 penyandang disabilitas. Bantuan itu terdiri dari 19 kaki palsu, 6 pasang sepatu afo, 10 kursi roda, 5 walker, dan 5 tripod untuk membantu berjalan.

“Saya meyakini alat bantu hanyalah sebuah sarana, akan percuma jika semangatnya tidak ada. Maka dari itu marilah kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang bisa terus mendukung satu sama lain,” ucap Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberikan bantuan dalam peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tingkat Kota Semarang, Kamis (28/12/2017).

Dalam kesempatan itu, Hendi sapaan akrabnya, meminta kepada seluruh masyarakat untuk bergerak bersama menciptakan lingkungan yang mendukung bagi para penyandang disabilitas. Dia menambahkan, pemkot berkomitmen untuk terus berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasional di Semarang agar memberi ruang untuk mendukung para difabel. “Saya harap ini bisa menjadi perhatian setiap perusahaan di sini (Semarang),” katanya.

Hendi juga memberikan apresiasi kepada para penyandang disabilitas. Meski dalam keterbatasan, masih memiliki kepedulian yang tinggi kepada Kota Semarang. Kepedulian yang dia maksud, yakni adanya tim peduli bencana yang dibentuk para penyandang disabilitas di Kota Semarang.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Semarang Tommy Said mengatakan, kegiatan peringatan HKSN sebagai momentum kelembagaan yang diharapkan menjadi sikap dan kepribadian warga Semarang dalam berbangsa dan bernegara.

“Khususnya dalam mendayagunakan peran aktif masyarakat luas, baik secara jangka panjang maupun jangka pendek, untuk bisa peduli dan mempunyai jiwa kesetiakawanan sosial di Kota Semarang,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw