Pemkot Semarang Keringkan Sungai untuk Antipasi Badai Cempaka
SEMARANG, iNews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengantisipasi dampak badai siklon tropis Cempaka 96 S dengan mengeringkan sejumlah sungai. Dengan begitu, saat hujan turun, sungai-sungai bisa menampung volume air yang meningkat drastis.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memantau ada badai siklon tropis Cempaka 96S di selatan Jawa. Badai ini mengakibatkan wilayah Jawa diperkirakan dilanda hujan lebat dengan durasi lama, termasuk Jateng.
“Saya minta sungai-sungai di Semarang dikosongkan ketika tidak hujan. Hal ini agar ketika ada hujan dengan volume sangat besar, bisa langsung tertampung di sungai-sungai di Kota Semarang,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Rabu (29/11/2017).
Hendrar Prihadi memeriksa kesiapan sejumlah sungai di ibu kota Jawa Tengah (Jateng) itu, salah satunya sungai yang melintas di Kampung Kali. Dia ingin memastikan saat hujan belum turun, sungai-sungai kosong dan tidak ada sumbatan sampah.
Dia menjelaskan, petugas akan mengeringkan sungai dengan menyedot air menggunakan 11 pompa besar yang ada di Kota Semarang. Ke-11 pompa tersebut berada di wilayah Bulu Drain, Semarang Indah, Madukoro, Kali Semarang, Kalibaru, Kol Sugiyono, Kandang Kebo, Berok, Kartini, dan Kampung Kali.
Sesuai pantauan BMKG, ada badai siklon tropis Cempaka 96S di selatan Jawa. Hal ini sudah terlihat di Kota Semarang pada Selasa, 28 November 2017. Kota ini dilanda hujan deras dengan durasi lama, hampir sehari penuh. Akibatnya terjadi genangan di sejumlah titik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkot Semarang Iswar Aminuddin menambahkan, terus memantau pompa-pompa air di sejumlah pintu air. Dinas PU juga akan memasang CCTV. “Dengan kondisi cuaca seperti ini, petugas akan berjaga 24 jam agar bisa cepat mengabil tindakan,” ujarnya.
Editor: Maria Christina