Pemuda 19 Tahun Aniaya Teman Semasa SD hingga Luka Parah

Septyantoro ยท Jumat, 20 April 2018 - 11:30 WIB
Pemuda 19 Tahun Aniaya Teman Semasa SD hingga Luka Parah
Faisal Akbar Prakoso (19) yangs edang mabuk menganiayan teman kecilnya saat SD. (Foto: iNews.id/Septyantoro)

SOLO, iNews.id - Seorang pemuda ditangkap polisi karena kedapatan menganiaya kawan lamanya menggunakan taring babi dan batu. Pelaku yang sedang dalam pengaruh alkohol bersama teman-teman lain mengeroyok korban.

Faisal Akbar Prakoso (19) akhirnya ditangkap polisi usai keluarga korban melaporkan kasus penganiayaan ke Polresta Solo. Berdasarkan pemeriksaan terungkap pelaku nekat menganiaya korban yang usianya empat tahun lebih muda dibandingnya karena dendam lama.

"Karena kesal karena sering diolok-olok korban," kata Faisal di Mapolresta Solo.

Diketahui, saat melakukan penganiayaan pelaku dibantu dua rekan lain yang kini masih buron, yakni F dan T. Sebelum melakukan penganiayaan ketiganya sedang pesta miras. Di waktu bersamaan korban melintas dan langsung dianiaya dengan cara dipukul dengan genting , dan batu. Puggung korban juga dilukai dengan taring babi.

Sementara, Kapolresta Solo  Kombes Pol Ribut Hari Wibowo menerangkan, kondisi korban saat ini terluka parah dan saat kejadian segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Kemudian, kata dia, orang tua korban tak terima dan melaporkan kasus ke polisi.

"Kronologinya saat itu korban berpapasan dengan pelaku di daerah Banjarsari. Pelaku bersama rekan-rekannya sedang mabuk. Korban dipukul dengan batu dan ditusuk dengan taring babi. Korban dikeroyok dan kini mengalami luka cukup serius," kata Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo.

Dia menerangkan, alat bukti yang digunakan saat terjadi penganiayaan telah diamankan, seperti potongan kayu,pecahan batu bata ,pecahan genteng ,dan kalung taring babi. Pelaku akan dijerat Pasal 170 tentang Tindak Kekerasan di tempat umum secara bersama-sama dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

"Motif pelaku menyerang korban karena dendam lama. Saat masih sdkerap diolok korban," ujarnya.


Editor : Achmad Syukron Fadillah