Pemudik Asal Jakarta Ini Menangis Lihat Karantina Ibu Hamil dan Balita Dicampur

Rustaman Nusantara ยท Senin, 27 April 2020 - 12:00 WIB
Pemudik Asal Jakarta Ini Menangis Lihat Karantina Ibu Hamil dan Balita Dicampur
Gedung karantina di Desa Termas, Kecamatan Karangrayung, Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) (Foto: iNews/Rustaman Nusantara))

GROBOGAN, iNews.id - Puluhan pemudik yang menjalani karantina di gedung sekolah dasar di Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) mulai mengeluh dan depresi. Beberapa ibu hamil menolak karantina bersama dan meminta untuk isolasi mandiri di rumah.

Salah satu pemudik dari Jakarta asal Desa Termas, Kecamatan Karangrayung, Grobogan, Martini mengaku sempat menangis ketika harus dikarantina massal. Dia sempat ketakutan ketika hendak beraktivitas di lokasi karantina. Martini tidak bisa tidur jika harus bercampur dalam satu ruangan. Apalagi tidak ada pembatas dan jarak dengan pemudik lainnya.

"Kita dikumpulkan dengan perantau yang kita enggak ketahui mana-mana saja. Dengan kondisi fasilitas ini malah rentan," ujar Martini, Senin (27/4/2020).

Ketakutan ini justru membuat kondisi Martini drop. Tak hanya Martini, warga lainnya Mugi dari Jakarta ini sempat dijemput petugas dari rumah untuk menjalani isolasi mandiri di tempat yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah desa. Karena aturan, dia akhirnya tinggal diisolasi bersama keluarga.

"Saya bisa jaga diri dengan keluarga, tapi di sini saya malah enggak bisa jadi diri," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Desa Termas Siswoyon mengatakan, ada 30 orang yang sudah dikarantina di gedung SD tersebut. Dia memastikan akan membahas soal pemisahan antara ibu hamil dan balita dalam masa karantina.

"Mohon kesabarannya, ini demi kalian semua. Untuk memutus penyeberan Covid-19," kata Siswoyon.


Editor : Nani Suherni