Pengakuan Pelajar di Solo Pamer Alat Vital di Depan Kos Mahasiswi

Ary Wahyu Wibowo ยท Rabu, 11 Desember 2019 - 18:52 WIB
Pengakuan Pelajar di Solo Pamer Alat Vital di Depan Kos Mahasiswi
Polisi saat mengamankan seorang remaja yang diduga melakukan pelanggaran kesusilaan yang menjadi viral di Medsos, di Mapolresta Solo. (Foto: Antara)

SOLO, iNews.id – Aksi pelajar berinisial A (17) memamerkan alat vitalnya di depan indekos putri di kawasan Jebres, Solo membuat takut kalangan mahasiswi dan pelajar putri di kota itu.

Aksi tak senonoh yang dilakukan A itu sempat terekam dan viral di media sosial (medsos). Pelaku mengaku melakukan aksinya karena sering menonton film porno.

Kepada penyidik, A mengaku baru sekali berbuat tidak senonoh karena ingin merealisasikan fantasi seksualnya. "Saya sudah nonton film porno sejak SMP. Sampai sekarang kecanduan. Biasanya nonton di warnet," katanya di Mapolresta Solo, Rabu (11/12/2019).

Kapolresta Solo, AKBP Andi Rifai mengatakan, perbuatan yang dilakukan A itu sebenarnya terjadi pada 15 November 2019 sekitar pukul 01.00 WIB. Kala itu, A memperlihatkan alat kelaminnya di depan indekos putri di kawasan Jebres sembari tiduran di atas sepeda motor.

“Aksi cabul ini spontan membuat para penghuni kos yang mayoritas mahasiswi ketakutan. Aksi pelaku ini sempat direkam oleh penghuni indekos," kata AKBP Andi Rifai.

Kapolres menuturkan, kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi dan sempat viral. Petugas kemudian menyelidiki dan menangkap A di rumahnya.

Dari hasil pemeriksaan, kata Kapolres, pelajar berinisial A ini nekat berbuat asusila karena sering menonton film porno di warung internet.

A berniat menyalurkan nafsu birahinya ketika melihat ada mahasiswi yang masuk ke dalam kos. “Pelaku selanjutnya dijerat Pasal 281 tentang tindak pidana merusak kesopanan di muka umum,” ujarnya.

Karena masih di bawah umur, pelaku dikenakan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak. Polisi akan berkoordinasi dengan psikiater guna mengecek kondisi kejiwaan pelaku. "Pelaku akan kami konsultasikan dengan psikiater untuk mengetahui kondisi kejiwaannya," kata Kapolresta.


Editor : Kastolani Marzuki