Pengungsi Korban Banjir di Pekalongan Mulai Terserang Penyakit

Suryono Sukarno ยท Kamis, 20 Februari 2020 - 23:30 WIB
Pengungsi Korban Banjir di Pekalongan Mulai Terserang Penyakit
Para pengungsi banjir di Kota Pekalongan mulai dilanda penyakit. Banjir terjadi akibat hujan deras sejak Rabu (19/2/2020) malam hingga Kamis (20/2/2020). (Foto: iNews/Suryono)

PEKALONGAN, iNews.id – Ribuan warga korban banjir di Kota Pekalongan masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian, Kamis (20/2/2020). Mereka belum bisa kembali ke rumah lantaran banjir masih merendam dengan ketinggian bervariasi antara 50 cm hingga satu meter.

Kondisi para pengungsi terutama anak-anak dan orang tua mulai terserang penyakit mulai demam, batuk, pilek, dan gatal-gatal. Mereka juga kedinginan lantaran baju yang dipakai basah. Para pengungsi membutuhkan alas tempat tidur, selimut dan baju.

Selama Februari 2020 ini, warga Pekalongan sudah dua kali mengungsi akibat banjir. Kondisi itu bisa diperparah jika berbarengan dengan pasang air laut.

“Kami sebulan sudah dua kali mengungsi dan ini semakin parah, genangan air semakin tinggi. Kami sebenarnya bosan mengungsi berkali-kali  tetapi bagaimana lagi, karena kondisi selalu banjir,“ kata warga Kelurahan Tirto, Riyatun.

Ratusan warga Kota Pekalongan mengungsi di musala akibat rumah mereka terendam banjir. (Foto: iNews/Suryono)
Ratusan warga Kota Pekalongan mengungsi di musala akibat rumah mereka terendam banjir. (Foto: iNews/Suryono)

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Pekalongan Saminta mengatakan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sebagian besar wilayah di daerah itu terendam banjir. Akibatnya, luapan Sungai Bremi dan Sungai Meduri menerjang Kelurahan Tirto dan wilayah lainnya.

Rencananya, pemerintah membuat tanggul atau parapet di sepanjang sungai agar tidak meluap keperkampungan, namun sampai sekarang belum teralisasi.


Editor : Kastolani Marzuki