Penyelidikan Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online di Jepara Libatkan Tim Gabungan

Antara ยท Jumat, 07 Februari 2020 - 12:33 WIB
Penyelidikan Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online di Jepara Libatkan Tim Gabungan
Korban sopir taksi online usai dievakuasi dari sungai di Desa Bugo, Kecamatan Welahan, Jepara, Kamis (6/2). (Foto: Antara/HO-Netizen)

JEPARA, iNews.id - Penyelidikan dugaan kasus pembunuhan sopir taksi online asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang ditemukan meninggal di saluran irigasi Serang Welahan Drain (SWD) Dua di Desa Bugo, Kecamatan Welahan, Jepara, melibatkan tim gabungan. Hingga kini, Polres Jepara dan Kudus masih mengumpulkan keterangan saksi.

Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengatakan, masih melakukan pemeriksaan saksi. Dia belum bisa membuka informasi terlalu banyak ke publik demi mengungkap kasus tersebut. Dikhawatirkan pelaku melarikan diri lebih jauh.

"Selain dari Polres Jepara, kami juga melibatkan Polres Kudus dan Polda Jateng," kata Nugroho, Jumat (7/2/2020).

Sebelumnya, warga Desa Bugo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara menemukan sesosok mayat di saluran irigasi Serang Welahan Drain (SWD) Dua di Desa Bugo, Kamis (6/2/2020) pukul 06.10 WIB, dalam kondisi jasad korban diberi pemberat berupa batu bata.

Setelah melaporkan temuan tersebut, jajaran kepolisian setempat ke lokasi dan melakukan evakuasi.

Korban diketahui bernama Tri Ardiyanto warga Desa Gondang Manis, Kecamatan Bae, Kudus, yang merupakan sopir taksi daring.

Korban diduga dibunuh karena jasadnya diberi pemberat dengan diikatkan tali rafia. Pada badan korban juga ditemukan sejumlah luka tusukan senjata tajam di dada, tangan terdapat luka sayatan dan pelipis juga robek.

Sementara barang berharga milik korban, seperti telepon maupun dompet serta mobil Honda Jazz tidak ditemukan di lokasi penemuan mayat.

Sebelumnya, pihak keluarga melaporkan korban sejak tanggal 4 Februari 2020 belum pulang, hingga dilaporkan ke Polres Kudus pada tanggal 5 Februari 2020.

Istri korban sempat melihat suaminya mengantarkan penumpang menuju Perumahan MVR di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus. Kemudian saat diantarkan ke tujuan lain, istrinya juga melihat korban sempat membunyikan klakson mobil saat melintasi tempat usaha yang dikelolanya. Tepatnya di dekat perempatan Jalan Universitas Muria Kudus pada Selasa (4/2/2020) malam.

Berdasarkan keterangan satpam Perumahan MVR penumpang yang minta diantar korban, hanya memutar sekitar kolam renang. Kemudian keluar kompleks perumahan tersebut.


Editor : Nani Suherni