Penyerangan Kegiatan Doa Bersama di Pasar Kliwon, Polisi Diminta Tangkap Pelaku

Tata Rahmanta ยท Minggu, 09 Agustus 2020 - 17:35 WIB
Penyerangan Kegiatan Doa Bersama di Pasar Kliwon, Polisi Diminta Tangkap Pelaku
GP Ansor Solo mengecam aksi anarkistis kelompok laskar yang membubarkan dan menganiaya tuan rumah pengajian di Pasar Kliwon, Kota Solo. (Foto: iNews/Tata Rahmanta)

SOLO, iNews.id - Puluhan anggota gerakan pemuda (GP) Ansor Solo mengecam aksi penyerangan dan tindak anarkistis yang dilakukan sekelompok orang di Kampung Mertodranan, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo pada Sabtu (8/8/2020) malam lalu. Pernyataan sikap itu diungkapkan GP Ansor saat mendatangi Mapolrest Solo, Minggu (9/8/2020).

GP Ansor juga meminta kepada polisi untuk segera mengusut tuntas oknum-oknum pelaku penyerangan brutal tersebut. Penyerangan itu tepatnya terjadi di depan gang menuju rumah korban di wilayah Mertodranan, Pasar Kliwon. 

Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai membenarkan informasi penyerangan sekelompok tersebut.

Saat itu, di rumah korban sedang digelar doa bersama jelang pernikahan atau midodaren. Andy memastikan sudah melakukan pengejaran terhadap sejumlah pelaku.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu sekitar pukul 18.00 di Mertodranan. Dipekirakan saat itu sekitar 30 orang mengikuti kegiatan doa-doa di rumah almarhum Habib Assegaf bin Jufri. Namun, sekelompok orang tiba-tiba datang berusaha membubarkan acara tersebut karena menganggap sebagai kegiatan terlarang.

Polisi yang berada di lokasi mencegah puluhan orang tersebut karena dikhawatirkan berbuat anarki. Sementara, akibat kejadian tersebut tiga orang warga Solo mengalami luka ringan menjadi korban penyerangan. Bahkan Andy juga sempat terkena pukul sekelompok orang saat pengamankan lokasi.

"Iya tadi malam ada yang kena pukul sama lupa robek. Kalau kerusakan materi paling kendaraan ada yang kena lempar batu," ujar Andy.


Editor : Kastolani Marzuki