Perahu Jukung Terempas Ombak di Perairan Cilacap, 2 Nelayan Tewas 1 Hilang

Sindonews, Angga Rosa ยท Sabtu, 23 November 2019 - 11:26 WIB
Perahu Jukung Terempas Ombak di Perairan Cilacap, 2 Nelayan Tewas 1 Hilang
Petugas SAR saat mengevakuasi salah satu nelayan yang tewas dalam kecelakaan laut di Perairan Cilacap. (Foto: SINDOnews/Angga Rosa)

CILACAP, iNews.id – Perahu jukung yang membawa tiga nelayan terempas ombak saat melaut di Perairan Adiapala, Cilacap. Dua nelayan ditemukan tewas dan seorang masih dalam pencarian tim SAR gabungan, Sabtu (23/11/2019).

Identitas nelayan meninggal yang ditemukan yakni Solihin, warga Kuripan, Kecamatan Kesugihan dan Tukimin (70) warga Jalan Pepaya RT 07 RW 04 Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan. Sementara nelayan hilang bernama Satimin (51) warga Kuripan, Kesugihan, Kabupaten Cilacap.

Kepala Basarnas Jateng Aris Sofingi mengatakan, peristiwa kecelakaan laut ini bermula saat ketiga nelayan mencari ikan di perairan Adiapala, Cilacap, Jumat (22/11/2019). Mereka melaut dengan menaiki perahu jukung katir pukul 15.00 WIB. Kemudian pukul 19.00 WIB perahu tersebut ditemukan nelayan Bunton dalam keadaan kosong.

BACA JUGA: Pohon Beringin Tumbang dan Timpa Rumah Warga di Temanggung, 2 Orang Tewas

"Diduga perahu yang bernama Geger 01 dengan tiga nelayan terempas ombak. Mereka beserta jaring hilang tenggelam," kata Aris, Sabtu (23/11/2019).

Mendapat informasi tersebut, Aris memerintahkan Koordinator Basarnas Cilacap Mulwahyono memberangkatkan tim rescue untuk menjalankan operasi pencarian perahu tenggelam.

"Dini hari tadi pukul 02.00 WIB, Solihin ditemukan dalam kondisi meninggal di sisi timur dengan jarak dari TKP kurang lebih 300 meter, tepatnya di Pantai Cemoro Sewu Adipala," katanya.

Setelah mengevakuasi korban, tim SAR melanjutkan pencarian korban lainnya. Hingga akhirnya pukul 04.30 WIB menemukan korban kedua bermana Tukimin (70).

"Lokasi penemuan korban Tukimin tak jauh dari lokasi temuan pertama," kata Koordinator Basarnas Cilacap Mulwahyono.

Selanjutnya tim SAR melanjutkan pencarian terhadap Satimin (51) dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB). Pencarian masih berlanjut hingga Sabtu pagi ini.

"Semoga korban cepat dapat kami temukan," tuturnya.


Editor : Donald Karouw