Perajin Batik di Jateng Kebut Produksi APD 1.000 per Hari untuk Tenaga Medis

Okezone, Taufik Budi ยท Kamis, 02 April 2020 - 12:53:00 WIB
Perajin Batik di Jateng Kebut Produksi APD 1.000 per Hari untuk Tenaga Medis
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau proses pembuatan APD di BLK Pemkot Semarang, Jumat (27/3/2020). (Foto: iNews.id/Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id - Pelaku usaha kecil dan menengah di Jawa Tengah (Jateng) dikerahkan untuk memproduksi alat pelindung diri (APD) berupa coverall. UKM di bidang konveksi ini mampu memproduksi 10.000 coverall per harinya.

Para pelaku UKM yang sebagian besar dari Klaten itu sehari-hari memproduksi baju lurik dan batik. Mereka mendapat informasi banyak rumah sakit masih kekurangan APD, sehingga dikerahkan untuk membantu.

"Saya orang yang dari awal meyakini, ketika produksi pabrikan begitu mahal dan sulit, pasti akan muncul kekuatan-kekuatan dalam negeri, saya berterima kasih pada pelaku usaha yang mau membantu penyediaan APD ini, " kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (1/4/2020).

Gabungan dari UKM tersebut mampu memproduksi 10.000 per hari atau 300.000 coverall per bulan. Ganjar memastikan kualifikasinya, sudah memenuhi standar minimal, yaitu tahan air atau waterproof.

"Kualitasnya relatif cukup bagus. Tinggal nanti kita cek ke ahli, kalau yang seperti ini cukup atau tidak. Tapi jika kita bandingkan dengan jas hujan, pasti ini jauh lebih baik," katanya.

Selain coverall, UKM-UKM tersebut juga memproduksi masker dengan kualitas masker waterproof. Menurut Ganjar, APD produksi UKM tersebut bisa dijadikan alternatif saat di pabrikan justru langka dan harganya melambung.

"Ini harganya paling Rp2.000-Rp3.000. Produknya tidak terlalu buruk, tapi bisa jadi alternatif jika rumah sakit atau puskesmas memerlukan, bisa kita sampaikan," kata Ganjar.

Editor : Nani Suherni

Bagikan Artikel: