Permakaman Longsor, Nisan Berjatuhan hingga Banyak Kain Kafan Nyangkut di Bibir Tebing

Bramantyo · Selasa, 23 Februari 2021 - 18:31:00 WIB
Permakaman Longsor, Nisan Berjatuhan hingga Banyak Kain Kafan Nyangkut di Bibir Tebing
Puluhan kain kafan bekas orang meninggal tersangkut di bibir tebing longsor di Dusun Bendungan, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Karanganyar. (Foto: Okezone/Bramantyo)

KARANGANYAR, iNews.id - Longsor melanda permakaman umum yang terletak di pinggir kali Pepe, tepatnya di Dusun Bendungan, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng). Akibatnya, banyak batu nisan yang jatuh dan hanyut ke sungai dan kain kafan tersangkut di bibir tebing. 

Dari pantauan, kain kafan jasad terlihat di bibir dinding tanah bekas longsoran. Letak pemakaman umum ini memang sangat dekat dengan bibir kali. Bahkan dari pemakaman ini, bendungan Kali Pepe itu terlihat. 

Juru Kunci TPU Dusun Bendungan, Endang Anggoro Bangun mengatakan, sebenarnya longsor di permakaman itu tidak hanya kali ini saja terjadi. Longsor sudah terjadi sejak tahun 2018, sejak pengerukan tanah untuk normalisasi Kali Pepe mulai dilakukan.

Normalisasi Kali Pepe itu juga berpengaruh pada kondisi tebing areal permakaman. Tebing permakaman mulai terkikis. Akibatnya, 10 makam yang letaknya tepat di bibir tebing yang ambrol jatuh ke bawah dan akhirnya tertimbun di pinggir kali.

"Dulu pohon bambu untuk menahan tanah biar tidak longsor banyak. Tapi ini sudah dikeruk semua, bekasnya juga masih ada. Kemudian kena banjir, itulah awal longsor. Tapi sekarang walaupun banjir besar, air tidak sampai makam. Airnya justru berasal dari makam ini yang mengikis tanah," kata Bangun, Selasa (23/2/2021)

Bangun tak tahu kondisi tulang belulang jasad dalam makam yang terkena longsoran. Yang jelas, banyak kain kafan terlihat tersangkut di akar-akar pohon di tebing tersebut.

"Saya tidak tahu apakah tengkorak dan tulang belulang orang yang sudah meninggal ada di timbunan tanah atau tidak. Yang jelas, kain kafan banyak tersangkut di akar pohon dan tanah tebing," ujar Bambang sambil menunjukan kain kafan yang cukup terlihat di tebing.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2