PKB Komitmen Hidupkan Semangat dan Spiritual Gus Dur

Kastolani ยท Rabu, 01 Januari 2020 - 02:49:00 WIB
PKB Komitmen Hidupkan Semangat dan Spiritual Gus Dur
Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori dalam refleksi dan haul ke-10 Gus Dur di Semarang. (Foto: istimewa)

SEMARANG, iNews.id - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah menggelar refleksi budaya dalam rangka haul ke-10 almarhum almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Acara digelar di kantor DPW PKB Jateng di Semarang, Senin (30/12/2019) malam.

Hadir dalam acara itu, budayawan Sudjiwo Tedjo, ulama eks komedian, Kirun, hingga Ketua Komisi Hubungan Antar-Agama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang Romo Aloysius Budi Purnomo. Hadir pula perwakilan Kristen, Hindu, Budha, Katholik, maupun rakyat Janjukers. 

Tak terkecuali para pengurus DPW PKB, seperti Sekretaris DPW PKB Jateng Sukirman. Adapula Wakil Dewan Syuro DPW PKB Jateng KH Badawi Basyir, Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid, dan Ketua Fraksi PKB DPRD Jateng Syarif Abdillah.

Ketua DPW PKB Jateng KH M Yusuf Chudlori mengatakan, sosok Gus Dur telah berpulang, tapi semangat dan spirit perjuangannya akan tetap bersemayam di kehidupan ini. “Sosok Gus Dur dicintai banyak manusia karena beliau mencintai banyak manusia," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/12/2019).

Atas dasar itu, kata Gus Yusuf, panggilan akrabnya, kegiatan ini dalam rangka menghidupkan semangat dan spiritual Gus Dur.

“Kita melihat Gus Dur selain sebagai deklator, inspirasi PKB, Gus Dur sebagai guru bangsa. Mencita-citakan Indonesia sebagai rumah besar bagi masyarakat, seluruh suku dan agama. Ini yang akan terus kita jaga," ucapnya.

Gus Yusuf menegaskan, semangat dan cita-cita Gus Dur menjadikan Indonesia milik bersama. "Yakni menjadi tempat yang nyaman dan indah untuk semua lapisan masyarakat," katanya.

Budayawan Sujdiwo Tedjo mengaku sering mendatangi acara haul Gus Dur. "Ajaran-ajaran dari Gus Dur adalah bagaimana kemanusiaan itu di atas segalanya. Termasuk agama, politik, agama," katanya.

Ketua Komisi Hubunhgan Antar-Agama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang Romo Aloysius Budi Purnomo mengatakan, Gus Dur merupakan budayawan interelegius yang andal.

"Beliau mengutamakan kebudayaan, dalam kebudayaan pada kemanusiaan. Dan dalam kemanusiaan ada kehidupan yang dibela oleh Gus Dur," ucapnya.

Baginya, Gus Dur adalah ulama, sekaligus guru bangsa. Tapi secara khusus Gus Dur itu budayawan interelegius. "Ketika agama-agama dalam keberagaman ini bisa rukun bersatu, maka kebudayaan interelegius dihadirkan. Hidup damai dengan siapa pun tanpa diskriminasi. Nah itulah Gus Dur bagi saya," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Sudjiwo Tedjo banyak mementaskan hal-hal yang berkaitan dengan Gus Dur. Termasuk menghadirkan tokoh wayang Kumbakarno yang disebutnya sebagai tokoh idola dari Gus Dur.

Meski demikian banyak pula kelucuan dalam pentas tersebut. Misalnya saat Sudjiwo Tedjo menyinggung soal Gus Yusuf yang tidak mau menjadi calon wakil gubernur Jawa Tengah untuk mendampingi Ganjar Pranowo dalam Pilgub 2018 silam.

Sebelum pentas budaya, Ketum PKB Muhaimin Iskandar sempat hadir dalam acara, yakni saat rangkaian khataman al Quran dan santunan anak yatim.

Muhaimin yang juga Wakil Ketua DPR dalam sambutannya mengajak seluruh jamaah haul yang terdiri dari jajaran DPW PKB Jateng, DPC PKB se Jateng dan puluhan Yatim Piatu untuk mengirimkan doa dan Surat Al Fatihah untuk Gus Dur.

“Sebelum kita mulai acara ini, sekali lagi mari kita tawassulkan Fatihah untuk Gus Dur, semoga amal baiknya diterima Allah. Alfatihah,” kata Gus Muhaimin dilanjutkan dengan pembacaan Fatihah bersama-sama.

Dia juga memohon kesediaan puluhan Yatim Piatu yang hadir untuk senantiasa mendoakan PKB agar istikamah dan diberi kekuatan memperjuangkan aspirasi rakyat. “Terima kasih kepada anak-anakku semua. Doakan semoga PKB selalu diberi kekuatan dan kemenangan,” kat Gus Muhaimin.


Editor : Kastolani Marzuki