PLN Putus Aliran Listrik dan Kenakan Denda Jutaan, Puluhan Warga Sragen Protes

Joko Piroso ยท Senin, 15 Juli 2019 - 21:50 WIB
PLN Putus Aliran Listrik dan Kenakan Denda Jutaan, Puluhan Warga Sragen Protes
Warga Desa Lawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, memprotes PLN yang memutuskan aliran listrik dan mengenakan denda kepada mereka, Senin (15/7/2019). (Foto: iNews/Joko Piroso)

SRAGEN, iNews.id – Puluhan warga mendatangi Kantor Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah (Jateng), Senin siang (15/7/2019). Mereka mengamuk dan berteriak-teriak kepada petugas PLN di kantor tersebut lantaran tak terima aliran listrik di rumah mereka diputus dan disusul dengan pengenaan denda hingga jutaan rupiah.

PLN memutuskan aliran listrik ke rumah warga lantaran terlambat membayar tagihan listrik. Selain itu, dari hasil operasi listrik yang digelar Kamis (12/6/2019), warga diduga mencuri listrik dan merusak segel Kwh meteran. PLN kemudian mengenakan denda kepada warga.

Namun, menurut warga Desa Dawung, tindakan PLN yang memutuskan aliran listrik semena-mena pada Kamis (12/6/2019) karena tanpa pemberitahuan kepada mereka. Tak hanya itu, warga merasa sangat diberatkan dengan denda yang dikenakan PLN karena nilainya sampai jutaan rupiah.

“Tolong PLN jangan ada sistem denda-denda seperti kemarin. Jangan main serobot dan mencabut aliran listrik. Apalagi tidak pernah ada peringatan sebelum pemutusan,” kata salah seorang tokoh warga Desa Dawung, Sugino.


Saat ini, sudah ada belasan rumah warga yang tidak dialiri listrik karena PLN mencabut aliran listriknya. Akibatnya, warga kesulitan beraktivitas. “Sudah banyak yang diputus aliran listriknya. Mestinya lapor RT dulu kalau ke daerah. Kalau operasi juga harus semuanya, jangan pilih satu-satu,” kata Sugino.

Warga lainnya, Supangat mengatakan, alasan PLN memutuskan aliran listrik karena segel KWh meteran listrik rusak, tidak bisa diterima. Sebab, segel itu rusak dengan sendirinya, bukan karena dirusak warga.

“Pemutusan ini sepihak dan operasi listrik itu ilegal karena petugas tidak mengenakan tanda pengenal PLN. Saat dilakukan operasi yang pertama, tim PLN tak pakai seragam, juga dari kepolisian,” kata Supangat.

Sementara perwakilan dari PLN, Supervisor Pengendalian Susut PT PLN (Persero) Solo, Parjan menjelaskan, hasil mediasi dengan warga, akan digelar sosialisasi terlebih dahulu untuk menjaga situasi kondusif. Dia juga menegaskan, PLN sudah punya aturan soal pemutusan hubungan listrik. Namun, warga tidak bisa menerimanya.

“Terkait pembongkaran meteran, itu sudah sesuai dengan aturan. Pihak desa dan PLN dalam waktu dekat akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan tokoh Desa Dawung untuk menyikapi hal tersebut,” katanya.


Editor : Maria Christina