Polisi: Ayu Selisa Diduga Dibunuh Sebelum Dibuang ke Dalam Septic Tank di Bantul

Kuntadi ยท Kamis, 26 Desember 2019 - 21:00:00 WIB
Polisi: Ayu Selisa Diduga Dibunuh Sebelum Dibuang ke Dalam Septic Tank di Bantul
Septic tank milik seorang warga Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul kini dipasangi garis polisi usai penemuan kerangka manusia beberapa waktu lalu. (Foto: iNews/Kuntadi)

BANTUL, iNews.id – Teka-teki kematian Ayu Selisa yang kerangka tubuhnya ditemukan di dalam septic tank di Karangjati, Kasihan, Bantul mulai terungkap. Polisi menduga kematian Ayu akibat dibunuh lalu mayatnya dibuang ke septic tank.

Meski demikian, penyidik Satreskrim Polres Bantul masih menyelidiki lebih lanjut terkait kematian korban. “Ya, dugaan kita ada indikasi pembunuhan,” kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Rico Sanjaya, Kamis (26/12/2019).

Rico mengatakan, penyidik masih meminta keterangan saksi-saksi untuk memastikan penyebab kematian korban. Sebab indikasi adanya pembunuhan ini cukup kuat. Hal itu bisa dilihat dari keberadaan kerangka itu di dalam septic tank.

“Mayat korban bukan berada di tempat umum ataupun terjatuh. Sehingga sangat mungkin jasadnya ditaruh orang di dalam situ (septic tank),” katanya.

Menurut Rico, hingga kini, sudah ada lima saksi yang dimintai keterangan. Tidak tertutup kemungkinan akan diperiksa saksi-saksi yang lain yang mengarah atau mengetahui kejadian itu.

“Saksi yang sudah dimintai keterangan adalah Waluyo dan istrinya yang tidak lain mertua dari Ayu Selisa. selain itu juga dari tim dokter dan ahli forensik. Tidak tertutup kemungkinan masyarakat yang mengetahui cerita itu juga akan dipanggil sebagai saksi,” katanya.

Polisi berharap ada saksi yang mengetahui untuk datang dan mau memberikan keterangan. “Mudah-mudahan ada yang mau bersaksi untuk datanng yang prihatin dengan kejadian untuk membuka cerita ini,” katanya.

Rico mengungkapkan, indikasi Ayu menjadi korban pembunuhan juga tidak lepas dari surat wasiat yang ditinggalkan suaminya. Surat itu ditemukan setelah Edi Susanto mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. “Kita akan perdalam dengan saksi-saksi ke arah itu,” ujarnya.

Rico menambahkan, dari arah keterangan saksi, memang mengarah kepada almarhum Edi Susanto. Namun polisi tetap akan melakukan pendalaman, ada tidaknya pelaku lain. Jika pelaku tunggal, pasti kasus ini akan ditutup.

Sebelumnya, pekerja bangunan yang dimintai untuk memperbaiki septic tank milik Waluyo pada Minggu (22/12/2019) menemukan kerangka manusia di dalamnya. Temuan itu dilaporkan kepada polisi dan dilakukan uji laboratorium di RS Bhayangkara Polda DIY.

Polisi kemudian mengembus keterkaitan antara penemuan kerangka itu dengan kematian Edi Susanto, suami dari Ayu Selisa. Sekitar dua bulan lalu, Edi nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Dia juga sempat menuliskan surat wasiat yang intinya akan menemui nenek dan istrinya.

Padahal sebelumnya, sejak 2009, Edi mengatakan kalau sudah bercerai dengan istrinya. Semenjak itu mereka sudah tidak berhubungan. Meski begitu keluarga Ayu Selisa sudah beberapa kali ke rumah Waluyo untuk meminta kejelasan keberadaan putrinya. Hingga akhirnya mereka melaporkan hilangnya Ayu ke polisi tahun 2009 silam.


Editor : Kastolani Marzuki